Judul/Title: MANUSIA INDONESIA SEBUAH PERTANGGUNGJAWABANPenulis/Author: Mochtar LubisPenerbit/Publisher: CV. Haji Mas AgungEdisi/Edition: 1990Halaman/Pages: 134Dimensi/Dimension: 14.5 x 21 x 0.5cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 155.8/Lub/m/C.1***Bertahannya buku "Manusia Indonesia" di tengah minat pembaca hingga mencapai cetakan VI sungguh tak saya bayangkan, ketika saya mengucapkan ceramah "Manusia Indonesia" di Taman Ismail Marzuki tanggal 6 April 1977. Delapan tahun telah lampau, dan pembaca masih terus berminat untuk mengenal diri manusia. Malahan Penerbit Inti Idayu Press telah lebih memperinci lagi dengan buku-buku lain yang berjudul "Manusia Jawa", "Manusia Sunda", "Manusia Bugis", dan diharapkan akan disusul pula oleh judul-judul manusia Indonesia dari daerah-daerah lain. Semua ini tentu akan bermanfaat bagi Manusia Indonesia. Dengan mengenal dirinya sebaik-baiknya, dengan mengenal kelemahan dan kekuatannya, semoga akan dapat berkembang di tanah air kita ini. Manusia Indonesia yang benar-benar mampu melangkah ke masa depan sebagai manusia yang penuh bermartabat dengan nilai-nilai kemanusiaan yang sebenarnya.
Judul/Title: GANDHI TENTANG PANTANG-KEKERASANPenulis/Author: Thomas MertonPenerbit/Publisher: Yayasan Obor IndonesiaEdisi/Edition: 1992Halaman/Pages: 104Dimensi/Dimension: 21 cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 181.4/Mer/g/C.1***Gandhi adalah sebuah nama yang tertanam dalam hati dan pikiran pejuang-pejuang kemerdekaan berbagai bangsa yang terjajah selama sebelum Perang Dunia II pecah. Sebagai pemimpin perjuangan kemerdekaan India menghadapi Inggris, seakan-akan ia merupakan tokoh pahlawan perjuangan yang tak masuk akal.Alangkah sederhananya tokoh pahlawan perjuangan kemerdekaan ini. Hanya kain putih tenunan kasar, yang sering adalah hasil pintalan benangnya sendiri yang menyelubungi tubuhnya yang kurus. Sandal di kakinya.....Gandhi sempat mengantarkan bangsanya mencapai kemerdekaan pantang-kekerasan (ahimsa), meskipun pada fajar kemerdekaan bangsanya itu dia sendiri jatuh sebagai korban pembunuhan.Buku ini merupakan bunga rampai yang dipetik oleh Thomas Merton dari tulisan-tulisan Gandhi yang berjudul Non-Violence in Peace and War.
Judul/Title: WACANA TRAGEDI DAN DEKONSTRUKSI KEBUDAYAANPenulis/Author: Tommy F. AwuyPenerbit/Publisher: JenteraEdisi/Edition: 1995Halaman/Pages: 173Dimensi/Dimension: 13.5 x 20 x 1cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaKategori/Category: Sewa, Jual/Rent, Sale
Harga Jual/Sale Price: Rp. 25.000,-Call No.: 190/Awu/w/C.2***Transformasi kebudayaan kontemporer mengindikasikan adanya suatu kehendak untuk merayakan pluritas gagasan secara lebih jujur, ketika sekat-sekat yang membatasi beragam bidang kehidupan mulai tergerus dan dicoba untuk diruntuhkan, ketika paradoks modernitas berhasil disingkap dan dekonstruksi mengukuhkan dirinya sebagai tema pembicaraan. Analisis terhadap wacana kebudayaan yang plural seperti itulah yang dibutuhkan sekarang dan kita akan menemukan kajiannya secara amat menarik dalam buku ini; justru tentang sisi-sisinya yang paling mendasar: kesenian, feminisme dan pemikiran filosofis.
Judul/Title: PENDIDIKAN KAUM TERTINDASPenulis/Author: Paulo FreirePenerbit/Publisher: LP3ESEdisi/Edition: I, 1985Halaman/Pages: 207Dimensi/Dimension: 11.5 x 17.5 x 1cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 305.5/Fre/p/C.1Status: Ada/Available***Kaum Tertindas selama ini tenggelam dalam mitos yang ditiupkan Kaum Penindas. Karena itu, bagi Freire, pendidikan untuk mereka harus berintikan pembebasan kesadaran atau dialogika memancing mereka berdialog, membiarkan mereka mengucapkan sendiri perkataannya, mendorong mereka untuk menamai dan dengan demikian mengubah dunia.
Dengan porsi besar filsafat manusia, tak pelak lagi buku ini merupakan sebuah refleksi mendalam mengenai jalan pembebasan manusia. Sebuah buku bagi siapa saja yang ingin tersadar bahwa penjajahan masa kini adalah penjajahan kesadaran.
Judul/Title: 90 MENIT BERSAMA SARTREPenulis/Author: Paul StrathernPenerbit/Publisher: ErlanggaEdisi/Edition: 2001Halaman/Pages: 96Dimensi/Dimension: 13 x 19 x 0.5cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 194/Str/m/C.1
***Selama hidupnya, filsafat Jean-Paul Sartre menggema ke seluruh penjuru dunia di telinga para mahasiswa, intelektual, kaum revolusioner, bahkan dikalangan orang biasa. Alasan di balik popularitas ini adalah konsekuensi dari sikap politik Sartre yang sangat keras. Akan tetapi, alasan yang paling berpengaruh ialah peran yang Sartre mainkan sebagai juru bicara eksistensialisme di saat yang tepat, yaitu ketika Perang Dunia ke-2 pada akhirnya menyisakan kehancuran seluruh sendi-sendi kehidupan di berbagai penjuru dunia, terutama di daratan Eropa. Eksistensialisme menunjukkan kebebasan yang paling utama dari seorang individu. Inilah sebuah filsafat yang begitu "menggairahkan". Sebuah "Filsafat tindakan". Di tangan Sartre, eksistensialisme diramu menjadi sebuah senjata ampuh untuk menentang seluruh nilai-nilai borjuis Eropa.Dalam bukunya ini, Paul Strathern memberikan penjelasan yang jernih beserta pengetahuan yang memadai atas hidup dan gagasan Sartre, serta menjelaskan bagaimana semuanya itu mempengaruhi perjuangan kita, manusia, untuk mengerti keberadaan kita di dunia. Dalam buku ini terdapat pula cukilan karya-karya Sartre terpilih; daftar singkat bacaan lanjutan bagi mereka yang ingin melangkah lebih jauh bersama Sartre; serta kronologi kehidupan Sartre baik dalam masa hidupnya maupun dalam perkembangan filsafat selanjutnya yang lebih luas.
Judul/Title: KARYA LENGKAP DRIYARKARA: ESAI-ESAI FILSAFAT PEMIKIR YANG TERLIBAT PENUH DALAM PERJUANGAN BANGSANYA
Penulis/Author: Sudiarja, et. al. [ed]Penerbit/Publisher: Gramedia Pustaka UtamaEdisi/Edition: I, 2006Halaman/Pages: 1501Dimensi/Dimension: 16 x 24 x 8 cmSampul/Cover: HardcoverBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 181.16/Sud/k
***Pater Driyarkara adalah seorang yang sangat rendah hati. Pemikirannya jernih tanpa hipokrisi. Segala-galanya diuraikannya secara objektif, jujur, tanpa pretensi.-- Prof.Dr.Arief Budiman
Budayawan, Guru besar ilmu-ilmu sosial dan politikIa bukan orang yang disegani karena kelihaiannya, ditakuti karena ketajamannya; ia adalah manusia yang sederhana, ramah, tidak mau membuat musuh; yang dikenal hanya sahabat dan teman; orang arif pandai yang tetap sederhana sampai akhir hayatnya.-- F. Danuwinata, SJ
Biarawan
Tulisan Driyakara selalu eksak, menembus ke inti permasalahan atau memunculkan segi penting yang belum diperhatikan. Apa pun yang ditulis masih tetap aktual, orisinal, dan mendalam.
-- Prof. DR.Franz Magnis-Suseno, SJ
Pastor, biarawan, filsuf
Perjalanan hidup pemikir Driyarkara terus menerus menjelang, terus-menerus membelum, namun punya satu kepastian, yaitu meluluhkan diri dengan Tuhan Sumber Kebenaran.
-- Prof.Dr. Fuad Hassan
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudyaan
Driyarkara adalah seorang filsuf yang merintis filsafat di Indonesia.
-- Dr. Kuntara Wirjamartana, SJ
Ahli bahasa dan sastra Jawa Kuno
Judul/Title: NICCOLLO MACHIAVELLI: SANG PENGUAsA -- SURAT SEORANG NEGARAwaN KepAdA PEMIMPIN REPUBLIK
Penulis/Author: L. Passerini & G. Milanesi [ed.]Penerbit/Publisher: Gramedia Pustaka UtamaEdisi/Edition: 1991Halaman/Pages: 128Dimensi/Dimension: 12 x 21 x1cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: Indonesia
Call No.: 172/Pas/n/C.1Status: Halaman tidak lengkap/Pages incomplete
***
Sang Penguasa (Il Principe) adalah sebuah buku politik klasik. Ketika ditulis dalam abad XVI, Republik Florence (dimana pengarang menjadi warganegaranya) berada dalam genggaman kekuasaan keluarga Medici. Republik ini merupakan salah satu dari kelima negara dari Italia yang terpecah-belah. Hubungan antara kelima negara begitu rapuh. Sebagai negarawan, yang kaya dengan pengalaman berdiplomasi di luar negeri, Machiavelli merindukan suatu Italia yang bersatu. Persatuan itu dapat terwujud bila tampil seorang penguasa yang memiliki kekuasaan absolut dan berani bertindak secara apa pun demi kelestarian kekuasaannya. Wajah sang penguasa itu adalah perpaduan yang saling melengkapi antara Raja Prancis Louis XII, yang suka pembaruan tetapi tidak menyadari bahaya yang timbul akibat pembaruan itu, dengan Pangeran Cesare Borgia yang terkenal berani dan kejam dalam mempertahankan kekuasaanya, dan Paus Julius II, yang dapat menjaga kekuasaannya berkat pengaruh dan bantuan luar negeri.
Buku ini ditujukan kepada para penguasa yang ingin mempertahankan kekuasaanya dengan meniru pola dan cara pengelolaan yang pernah dipraktekkan oleh ahli-ahli strategi dan arsitektur kekuasaan. Pengarang sekaligus menunjukkan bahwa dalam praktek kekuasaan yang nyata, tidak ada hubungan antara kekuasan dengan moralitas. Dengan kata lain, kekuasaan itu bersifat sekular, tidak ada hubungan dengan dunia gaib.
Judul/Title: POLITIK KEKUASAAN MENURUT NICCOLLO MACHIAVELLI
Penulis/Author: Pax BenedantoPenerbit/Publisher: Kepustakaan Populer GramediaEdisi/Edition: 1997Halaman/Pages: 125Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 1cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: Indonesia
Call No.: 172/Ben/p/ C.1
***
Inilah sebagian daftar isi buku yang dijuluki Ernst Cassirer (1874-1975), filsuf Jerman terkemuka, sebagai buku resep teknik berkuasa. Sekilas, isi Il Principe terasa rumit, namun sebenarnya sederhana saja. Seluruh isi buku ini sesungguhnya ingin menunjukkan bagaimana seorang penguasa harus bertindak untuk merebut, mempertahankan dan menghindari hilangnya kekuasaan.
Buku ini awalnya memang dirancang bagi para penguasa yang ingin terus mengukuhkan kekuasaannya. Buku ini sangat penting bagi para praktisi dan pengamat politik, para pengajar dan mahasiswa, serta para peminat politik pada umumnya, sedikitnya untuk memahami jalannya politik kekuasaan.
Judul/Title: MANUSIA BAGI DIRINYA: SUATU TELAAH PSIKOLOGIS-FILOSOFIS TENTANG TINGKAH LAKU MANUSIA MODERNPenulis/Author: Erich FrommPenerbit/Publisher: AkademikaEdisi/Edition: I, 1988Halaman/Pages: 193Dimensi/Dimension: 15 x 21 x 0.8 cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 150/Fro/m
***Masalah-masalah etika tidak dapat dipisahkan dari telaah tentang personalitas, baik secara teoritik maupun terapeutik. Pertimbangan nilai yang kita buat akan menentukan tindakan-tindakan kita dan di atas kesahihannya terletak kesehatan mental dan kebahagiaan. Buku-buku ini ditulis dengan perhatian untuk meneguhkan kembali kesahihan etika humanistik dan untuk menunjukkan bahwa pengetahuan kita mengenai sifat dasar manusia tidak membimbing kepada relativisme etik, melainkan sebaliknya, kepada pendirian bahwa sumber norma didasarkan pada kualitas inhern manusia, dan bahwa pelanggarannya akan mengakibatkan disintegrasi mental dan emosional... jika manusia harus memiliki keyakinan kepada nilai-nilai, maka dia harus mengetahui dirinya sendiri dan kapasitas sifat dasar untuk kebaikan dan keproduktifannya.Buku ini membicarakan masalah-masalah etika, norma, dan nilai-nilai yang membimbing menuju realisasi diri manusia dan potensialitas-potensialitasnya. Maka wajiblah bagi mahasiwa psikologi, sosial, filsafat dan pendidikan untuk mengkaji buku ini lebih jauh, juga bagi mereka yang berminat mendalami masalah-masalah kemanusiaan dan nilai kehidupan, maka buku ini dapat dijadikan alternatif.
Judul/Title: MITOS GERAK KEMBALI YANG ABADIPenulis/Author: Mircea ElidaePenerbit/Publisher: Ikon TeraliteraEdisi/Edition: I, 2002Halaman/Pages: 191Dimensi/Dimension: 15 x 23 x 0.5 cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 100/Eli/m***Sebuah karya cermerlang, mendalam, dan membangkitkan semangat... Inilah tesis Eliade bahwa manusia kuno melihat masa depan bukan sebagai sejarah linier dan progresif, tetapi semata-mata sebagai serangkaian perjalanan kreatif, dari arketipe primordial.
Judul/Title: SEMIOTIKA FOR BEGINNERS Penulis/Author: Paul Cobley & Litza JanszPenerbit/Publisher: MizanEdisi/Edition: 2002Halaman/Pages: 176Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 1cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 753/Cob/s/C.1
***Fenomena sehari-hari yang kita saksikan dalam bentuk carut-marutnya tanda-tanda dan pesan-pesan ideologis dan manipulatif yang muncul lewat iklan, media, suara binatang, sepenggal puisi, simptom medis, kerancuan bahasa, arsitektur, pemasaran, bahasa tubuh-- ternyata semua itu bisa terangkum dan dijelaskan lewat kajian semiotika. Lantas, mengapa kita perlu mengkaji tanda-tanda (signs)? pada abad ke-20, pertanyaan perenial mengenai filsafat ini bisa terjawab oleh ilmu semiotika.Mengenal Semiotika "For Beginners" menguraikan perkembangan kajian mengenai tanda dari para perintisnya yang paling klasik hingga para pemikir pascastrukturalisme kontemporer. Melalui teks-teks yang bernas dari Litza Jansz, buku ini mengidentifikasi para ahli semiotika yang terkemuka dan karya-karya mereka serta memaparkan konsep-konsep sederhana dibalik istilah-istilah yang pelik.Bagi siapa pun yang ingin menyelami lebih jauh mengapa tanda-tanda itu amat penting bagi keberadaan manusia dan bagaimana kita bisa mempelajari sistem penandaan (System signification), buku dalam gengaman Anda ini adalah titik pijakan yang tepat untuk memulai.
Judul/Title: KOSA SEMIOTIKAPenulis/Author: Kris BudimanPenerbit/Publisher: LKiSEdisi/Edition: 1999Halaman/Pages: 151Dimensi/Dimension: 14.5 x 21 x 1cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 121.6/Bud/k/C.1***Buku Kosa Semiotika ini lebih-kurang adalah sebuah kamus. Sebagaimana layaknya sebuah kamus, buku ini bisa mulai dibaca dari mana saja: dari depan, dari tengah, dari belakang, atau dari mana pun. Sesukanya dan sebutuhnya. Agaknya belum ada -- sejauh pengetahuan saya -- orang yang (mau-maunya) membaca kamus secara linear sampai tuntas, dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Cara membaca yang tak perlu lurus ini tentu bukan sebuah "cacat," melainkan justru "anugerah" bagi pembaca: sebuah kesuka-sukaan membaca yang mungkin agak sukar ditemukan di dalam buku-buku jenis lainnya. Meskipun demikian, sebagai sebuah kamus, buku ini juga sedikit berbeda dari kamus-kamus lain karena didalamnya tidak setiap entri niscaya dijelaskan melalui definisi-definisi, bahkan beberapa diantaranya terlalu sulit -- khususnya bagi saya -- untuk didefinisikan secara memadai.
Judul/Title: THE MEANING OF MEANING
Penulis/Author: C.K. Ogden and I.A. RichardsPenerbit/Publisher: Harcourt Brace Jovanovich IncEdisi/Edition: 1989Halaman/Pages: 363Dimensi/Dimension: 13.5 x 2o x 3 cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: EnglishCall No.:400.14 /Ogd/m/C.1Status: Ada/Available
***"Language is the most important of all the instrument of civilization"
The authors state this premise boldly in their preface to The Meaning of Meaning, a classic work whose significance -- and challenge -- to the study of language, literature, and philosophy has remained undiminished since its original publication.Much about language continues to be only hazily understood, disorted by our habitual attitude --often one of indifference -- toward words, or by lingering assumptions based on discredited theories. What is the relationship between words and what the words refer to? Between words and the very way we think? Can understanding such matters lead to greater precision in communication? Readers considering these questions find themselves at the crossroads of linguistics and communication theory, of literacy criticism and philosophy -- and interdisciplinary nexus claimed by the increasingly influential field of semiotics -- and The Meaning of Meaning will prove, as it has over the last six decades, an essential resource.
In his introduction Umberto Eco, eminent novelist and, not coincidentally, semiotican, provides a fascinating perspective on this pioneering work that continues to disturb intellectual complacency and provoke thought and discussion.
Judul/Title: NATUREPenulis/Author: Ralph Waldo EmersonPenerbit/Publisher: Penguin BooksEdisi/Edition: 1995Halaman/Pages: 56Dimensi/Dimension: 10.5 x 13.5 x 0.5 cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: EnglishCall No.:191/Eme/n/C.1***The keystone of the great nineteenth-century American philosopy, Transcendentalism
The great philosopher and essayist Ralph Waldo Emerson (1803-1882) is remembered for his worldly idealism and uncompromising faith in the future, while emphasizing individual freedom and self-reliance. Nature (1863), Emerson's first published work, contains the essence of Transcendentalism, his philosophy and religion. It includes reflections on beauty, language, discipline, idealism, and spirit, which links us to the Eternal, and espouses, a bouyant view of the possibilities of the human world that is radiant with hope.
Judul/Title: GOD EXPLAINED IN A TAXI RIDE Penulis/Author: Paul ArdenPenerbit/Publisher: Penguin BooksEdisi/Edition: 2007Halaman/Pages: 126Dimensi/Dimension: 12 x 18 x 1cmSampul/cover: PaperbackBahasa/Language: EnglishCall No.: 211/Ard/g/C.1
***
Since the beginning of mankind, more thought has gone into the understanding of God than any other subject under the sun -- and still nobody is any the wiser. In the length of a taxi ride, this little book explains once for all.
Judul/Title: PUTRI DUYUNG YANG MENDAMBAPenulis/Author: Y.B. MangunwijayaPenerbit/Publisher: Yayasan Obor IndonesiaEdisi/Edition: I, 1987Halaman/Pages: 104Dimensi/Dimension: 14.5 x 21 x 0.5 cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 128/Man/p***Semakin manusia berilmu tahu banyak dan mendalam tentang Semesta Raya dan Semesta Mini, tentang diri-sendiri juga lewat pengamatan eksatanya dan logikanya merupakan anugerah Allah yang luar biasa kemampuannya, maka semakin takjublah dia dalam pengakuan dirinya sebagai mahluk yang semakin merasa kecil dan tidak tahu banyak.Manusia yang berilmu luas dan mendalam semakin rendah hati dan kehilangan kesombongannya, dibanding dengan manusia tradisional yang merasa tahu segala-galanya. Namun semakin berat tanggjungjawabnya tentang pemahaman mengenai diri-sendiri di tengah semesta raya dan pemahamannya tentang Tuhan.Catatan-catatan kecil dalam buku ini ingin mengantar Pembaca yang peka tanda-tanda zaman ke dalam dunia manusia ilmiah modern tadi yang sedang bergulat berat dengan Tuhannya. Berat namun mulia karena segala yang mulia harus diperoleh dengan mahal. Dengan risiko diperolok-olok sebagai seorang sekularistis bahkan kafir modern. Tetapi sebenarnya dia lebih berkesempatan bagus mendekat dengan Tuhan berkat kejujurannya, kecintaannya kepada kebenaran apa pun, dan terutama karena sikapnya yang suka merendahkan diri dan merasa diri hanya tahu sangat sedikit di tengah Semesta begitu raya dan begitu dalam penuh misteri.
Judul/Title: JALAN PARADOKS: VISI BARU FRITJOF CAPRA TENTANG KEARIFAN DAN KEHIDUPAN MODERNPenulis/Author: Agus PurwadiantoPenerbit/Publisher: TerajuEdisi/Edition: I, 2004Halaman/Pages: 219Dimensi/Dimension: 14 x 20.5 x 1 cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 110/Pur/j
***Berbagai krisis yang melanda dunia, seperti krisis pangan, krisis energi, krisis kesehatan, dan krisis ekologi, merupakan nama-nama kecil dari krisis modernitas yang bersumber dari krisis pemahaman manusia itu sendiri. Tidak saja kecewa terhadap sebagian besar akademisi yang berpikiran sempit dan lalai terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kemajuan sains dan teknologi, Fritjof Capra yang pemikiran-pemikirannya dibahas dalam buku ini, justru menggugat janji-janji modernisme mengenai kemajuan, kebebasan, persamaan, dan humanisme. Krisis pemahaman merupakan akibat penerapan konsep-konsep dunia yang usang mengenai realitas. Pandangan dunia Cartesian dan Newtonian yang melihat kenyataan secara dikotomik, biner, dan terkotak-kotak, hanya berimplikasi dilupakannya sisi-sisi kenyataan dan diri manusia yang justru lebih bersifat holistik: menyempurnakan dan menyeimbangkan. Buku ini merupakan refleksi dan elaborasi para akademisi dan intelektual dengan berbagai latar belakang keilmuan mengenai pemikiran Capra yang bersifat holistik tersebut. Hanya dengan menyadari kekeliruannya selama ini, manusia modern bisa keluar dari jebakan-jebakan krisis kehidupan yang lebih dalam dan gelap.