Showing posts with label SASTRA ESEI. Show all posts
Showing posts with label SASTRA ESEI. Show all posts

GERUNDELAN ORANG REPUBLIK, YB. Mangunwijaya

Judul/Title: Gerundelan Orang Republik
Penulis/Author: YB. Mangunwijaya
Penerbit/Publisher: Pustaka Pelajar
Edisi/Edition: 1995
Halaman/Pages: 400
Dimensi/Dimension: 15 x 21 x 2.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 814/Man/g/C.1



***

Gerundelan
Karena kita tidak mau belajar dari sejarah tidak berani (tidak boleh) melakukan refleksi secara kritis terhadap virus kolonialisme.

Secara dengan sesungguhnya kita tengah mengulang-ngulang praktek kolonial yang dikutuk oleh para perintis-pendiri Republik Indonesia Kita


Yogyakarta 1995
50 Tahun
Indonesia Merdeka

MEREKA YANG TERTINDAS, George Orwell

Judul/Title: MEREKA YANG TERTINDAS
Penulis/Author: George Orwell
Penerbit/Publisher: Yayasan Obor Indonesia
Edisi/Edition: 1990
Halaman/Pages: 204
Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 824/Orw/m/C.1

***

Buku ini yang berisi esei yang mengupas secara mendalam sisi-sisi yang gelap dari kehidupan manusia. Yakni, manusia-manusia yang tertindas, baik itu mereka rakyat jelata, politisi, teknokrat, sastrawan, maupun kaum intelektual yang dibodohkan.

Sebuah bacaan wajib bagi kaum penindas dan tertindas, agar mereka sadar bahwa diri mereka adalah mahluk manusia, mahluk dengan akal budi dan hati nurani, dan tahu bagaimana seharusnya merombak posisi mereka.

Ditulis oleh George Orwell, penulis besar abad ini, dengan gayanya yang jujur, gamblang dan hidup.

BUDAYA, MASYARAKAT, DAN MANUSIA INDONESIA, Mochtar Lubis

Judul/Title: BUDAYA, MASYARAKAT DAN MANUSIA INDONESIA
Penulis/Author: Mochtar Lubis
Penerbit/Publisher: Yayasan Obor Indonesia
Edisi/Edition: 1992
Halaman/Pages: 302
Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 1.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 814/Lub/b/C.2

***
Ruangan Catatan Kebudayaan yang terbatas pada satu hingga satu setengah halaman majalah Horison, jelas tidak memberikan kesempatan pada penulis untuk ruangan itu mendalami berbagai permasalahan yang disentuhnya. Meskipun demikian, buku ini yang diberi judul Budaya, Masyarakat dan Manusia Indonesia menyentuh amat banyak berbagai segi permasalahan budaya, masyarakat dan manusia terutama di tanah air kita sendiri, tetapi juga di dunia internasional.

Yang disentuh dalam tulisan-tulisan ini amat luasnya, dari sebutir padi hingga matahari, dari setetes percikan air sampai ke lapisan ozon yang robek diatas Kutub Selatan, dari harapan yang menggembirakan, hingga getaran yang menggetirkan. Semuanya memaksa kita untuk merenung dan memikirkannya, dan siapa tahu untuk juga berbuat.

THE DANCE, Oriah Mountain Dreamer

Judul/Title: THE DANCE
Penulis/Author: Oriah Mountain Dreamer
Penerbit/Publisher: Element
Edisi/Edition: 2003
Halaman/Pages: 189
Dimensi/Dimension: 13 x 19.5 x 1.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 821/Dre/d/C.1

***
ORIAH MOUNTAIN DREAMER is the visionary author of The Invitation, the sensational word-of mouth bestseller. Profound and passionate, the poem traveled across the globe to be read at weddings, funerals and spiritual gatherings.

The Dance picks up where The Invitation left off, taking the ideas deeper. Each chapter explores our ability to open up to the adventure of living, facing love, sorrow and anger, and learning all they have to teach us.

REPUBLIK FUNKY, Harry Roesli

Judul/Title: HARMONIUM
Penulis/Author:
Budi Darma
Penerbit/Publisher: Pustaka Pelajar
Edisi/Edition: 1995
Halaman/Pages: 221
Dimensi/Dimension: 15 x 21 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 814/Dar/h/C.2

***
Upaya-upaya untuk menerbitkan esei-esei Budi Darma dengan judul Harmonium ini sesungguhnya merupakan bagian dari komitmen penerbit Pustaka Pelajar untuk ikut menyemarakkan khazanah kesusatraan Indonesia. Hampir pasti sudah banyak pemerhati sastra Indonesia yang menantikan terbitnya esei-esei Budi Darma dalam bentuk antologi, sebagaimana Solilokui (1981), dan Sejumlah Esei Sastra (1984).

Esei-esei karya novelis, cerpenis, kritikus, dan guru besar Ilmu Sastra Inggris pada IKIP Surabaya yang terangkum dalam Harmonium sebenarnya hanya sebagian kecil saja dari esei-esei yang pernah ditulisnya antara tahun 1983-1990. Keberagaman tema esei yang dimuat dalam Harmonium semata-mata agar memberi kekayaan wawasan kepada pembaca tentang berbagai masalah yang berkaitan dengan sastra mulai dari diskursus tentang kritik sastra, aliran romantik, kebudayan nasional, masalah moral dalam sastra, kecenderungan novel dan puisi Indonesia.

HARMONIUM, Budi Darma

Judul/Title: HARMONIUM
Penulis/Author:
Budi Darma
Penerbit/Publisher: Pustaka Pelajar
Edisi/Edition: 1995
Halaman/Pages: 221
Dimensi/Dimension: 15 x 21 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 814/Dar/h/C.2

***
Upaya-upaya untuk menerbitkan esei-esei Budi Darma dengan judul Harmonium ini sesungguhnya merupakan bagian dari komitmen penerbit Pustaka Pelajar untuk ikut menyemarakkan khazanah kesusatraan Indonesia. Hampir pasti sudah banyak pemerhati sastra Indonesia yang menantikan terbitnya esei-esei Budi Darma dalam bentuk antologi, sebagaimana Solilokui (1981), dan Sejumlah Esei Sastra (1984).

Esei-esei karya novelis, cerpenis, kritikus, dan guru besar Ilmu Sastra Inggris pada IKIP Surabaya yang terangkum dalam Harmonium sebenarnya hanya sebagian kecil saja dari esei-esei yang pernah ditulisnya antara tahun 1983-1990. Keberagaman tema esei yang dimuat dalam Harmonium semata-mata agar memberi kekayaan wawasan kepada pembaca tentang berbagai masalah yang berkaitan dengan sastra mulai dari diskursus tentang kritik sastra, aliran romantik, kebudayan nasional, masalah moral dalam sastra, kecenderungan novel dan puisi Indonesia.

OPENING THE INVITATION, Oriah Mountain Dreamer

Judul/Title: OPENING THE INVITATION
Penulis/Author: Oriah Mountain Dreamer
Penerbit/Publisher: Harper SanFransisco
Edisi/Edition: I,2004
Halaman/Pages: 102
Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 1cm
Sampul/Cover: Hardcover
Bahasa/Language: English
Call No.: 821/Dre/o/C.1

***
Oriah Mountain Dreamer's beloved poem is beautifully presented here along with the author's reflections on the poem's origin and its remarkable worldwide impact. This is the definitive edition of the signature poem that has touched lives everywhere.

SUGIH TANPA BANDA, Umar Kayam

Judul/Title: SUGIH TANPA BANDA: MANGAN ORA MANGAN KUMPUL
Penulis/Author: Umar Kayam
Penerbit/Publisher: Pustaka Utama Grafiti
Edisi/Edition: I, 1994
Halaman/Pages: 428
Dimensi/Dimension: 14.5 x 21 x 1.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 814/Kay/s/C.1

***
Ingat Mangan Ora Mangan Kumpul, Sketsa-Sketsa Umar Kayam? Dalam Buku Kedua ini Umar Kayam masih lincah meloncat dari satu tema ke tema lain tanpa meninggalkan gaya penulisannya yang kenyal dan segar-menggelitik. Konsisten dengan warna lokal Jawa yang pekat, ia tidak sampai tergelincir pada kepicikan sikap primordial.

Kumpulan tulisan Kayam yang sarat kritik sosial ini secara keseluruhan tampak sebagai ironi. "Ia menampilkan masalah, menyindirnya, dan sekaligus menyindir semua pihak yang membicarakan maupun yang mencoba memecahkannya ... Namun ia tidak menjadi liar, tidak asal lain, tidak seperti yang dituduhkannya terhadap pascamodernisme." tulis Sapardi Djoko Damono.

BETWEEN ART AND REALITY, A. Samad Said

Judul/Title: BETWEEN ART AND REALITY
Penulis/Author: A. Samad Said
Penerbit/Publisher: Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, Malaysia
Edisi/Edition: I, 1994
Halaman/Pages: 479
Dimensi/Dimension: 14 x 21.5 x 5cm
Sampul/ Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 899.234/Sai/b/C.1

***
Between Art and Reality: Selected Essay is the first work of non fiction to be published in English translation by Malaysia's leading novelist A. Samad Said.

These essays deal with a wide range of topics including Samad's own development as a writer, Indonesian and Malay literature, art, film and drama; as well as world literature, popular science and malaysian and international politics.

Written over three decades these essays are short, sometimes highly poetic, expressions of A. Samad Said's interest in the richly varied of humanity and its multiple means of self-communication.

CHAIRIL ANWAR: SEBUAH PERTEMUAN, Arief Budiman

Judul/Title: CHAIRIL ANWAR: SEBUAH PERTEMUAN
Penulis/Author: Arief Budiman
Penerbit/Publisher: Wacana Bangsa
Edisi/Edition: 2007
Halaman/Pages: 60
Dimensi/Dimension: 13 x 20 x 0.5 cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 814/Bud/C/C.1

***
Untuk anak muda Indonesia, Chairil Anwar dan karyanya dapatlah menjadi satu insipirasi bagi sikap avant garde. Melalui buku ini Arief Budiman mendekati Chairil secara mendalam dan memikat. Sikap "muda" mereka pun juga sama dengan kita. Sebuah bacaan yang sangat menarik."
Riri Riza, Sutradara Film

Dengan prosa yang benderang, lewat jalan psikologi dan filsafat, buku ini mengajak kita terlibat dalam suatu percakapan intim yang intens tentang sosok dan sajak Chairil Anwar. Sebuah permenungan gairah, kecerdasan dan akhirnya kearifan."
Hasif Amini, Redaktur Puisi Harian KOMPAS

"Pertemuan Arief Budiman dan Chairil Anwar terjadi dalam proses pembacaan Arief atas sajak-sajak Chairil. Esai panjang yang jernih dan orisinal merekam percakapan antara dua penghayatan hidup yang puluhan tahun jarak waktunya, yang dimungkinkan oleh adanya sejumlah sajak yang, dengan bahasa yang khas, berhasil merekam tanggapan penyair terhadap kehidupannya sendiri dan sekelilingnya. Buku ini merupakan salah satu pilihan dalam membaca puisi."
Sapardi Djoko Damono, Sastrawan, Guru besar Sastra FIB Universitas Indonesia

BAYANG-BAYANG RATU ADIL, Sindhunata

Judul/Title: BAYANG-BAYANG RATU ADIL
Penulis/Author: Sindhunata
Penerbit/Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Edisi/Edition: 1999
Halaman/Pages: 477
Dimensi/Dimension: 13.5 x 20 x 2.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 814/Sin/b/C.1

***

Huru-hara datang tiada henti. Manusia menjadi ganas dan liar. Dimana-mana mereka bertengkar dan cakar-cakaran. Para elite politik pun tak punya lagi rasa malu. Mereka sudah dirasuki oleh roh kejahatan, sehingga lupa akan penderitaan rakyat. Hanya kepentingan sendirilah yang mereka ingat. Moral Pemimpin masyarakat meluntur pudar. Sementara rakyat bertambah sengsara. Mereka lapar, susah, dan bingung. Perilaku mereka seperti gabah didinteri.

Itulah tanda, bahwa manusia sedang berada di zaman Kalabendu, zaman kutukan dan huru-hara. Zaman ini memang zaman hukuman. Segala niat baik dan cita-cita luhur tak kesampaian. Bahkan pemimpin yang kelihatan baik pun tiba-tiba bisa dirasuki kejahatan. Zaman ini memang penuh kutukan, tapi juga penuh harapan. Di zaman Kalabendu ini, kejahatan ditelanjangi, tetapi kebaikan juga mulai dinyatakan. Wong becik ketitik, wong ala ketara, orang baik akan tampak, orang jahat akan terungkap.

Jika Kalabendu datang, artinya akan terjadi salining zaman (pergantian zaman). Dengan datangnya Kalabendu, manusia sedang berada di ambang zaman baru. Dan inilah hukum yang berlaku di zaman Kalabendu: makin penderitaan menghebat, makin cepatlah datangnya sang pembebas. Sang pembebas itu adalah Ratu Adil, yang akan meringankan penderitaan rakyat, menjungkirbalikan pemimpin yang jahat, dan menegakkan moralitas. Di bawah naungannya, rakyat --lebih-lebih wong cilik -- bakal gemuyu, tertawa bahagia.


Bayang-Bayang Ratu Adil menceritakan kisah-kisah di sekitar Kalabendu itu. Buku ini sesungguhnya adalah laporan, features dan esai jurnalistik tentang kehidupan dan kebudayaan orang Jawa, lebih-lebih mereka yang sederhana hidupnya. Dalam kisah-kisah itu tampak betapa besar harapan mereka akan datangnya zaman bahagia, yang akan membebaskan mereka dari penderitaan. Harapan itulah yang mendasari dan mempertajam pengetahuan intuitif mereka, sehingga apa yang mereka ramalkan menjadi kenyataan di kemudian hari.

LIKE THE FLOWING RIVER, Paulo Coelho

Judul/Title: LIKE THE FLOWING RIVER
Penulis/Author: Paulo Coelho
Penerbit/Publisher: Harper
Edisi/Edition: 2007
Halaman/Pages: 245
Dimensi/Dimension: 17.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 869/Coe/l/C.1

***

Like the Flowing River is an intimate collection of Paulo Coelho's reflections and short stories, written from 1998 and 2005. These are powerful tales of living and dying, of destiny and choice, of love lost and found. Sometimes humorous, sometimes serious, but always profound, this book, like all of Coelho's work, explores what it means to be truly alive.

RAKYAT BELUM MERDEKA: SEBUAH PARADIGMA BUDAYA, Rendra

Judul/Title: RAKYAT BELUM MERDEKA: SEBUAH PARADIGMA BUDAYA
Penulis/Author: Rendra
Penerbit/Publisher: Pustaka Firdaus
Edisi/Edition: 2000
Halaman/Pages: 51
Dimensi/Dimension: 12x 11 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 814/Ren/r/C.1

***
Asal menyadari juga bahwa perjuangan untuk perbaikan nasib dari semua golongan di dalam masyarakat terpaksa harus bertahap, karena pemerintah kita dan negara kita memang miskin saat ini. Ya. Itulah kenyataan keadaan sekarang ini! Miskin!

Memang! Miskin! Tetapi bukannya tanpa daya. Adapun daya itu adalah daya dari kemungkinan-kemungkinan yang ada dalam diri kita masing-masing per individu!
Dalam perjuangan memberdayakan warga negara, kita tidak perlu membuat partai, bahkan tidak perlu membuat organisasi. Juga tidak usah menunggu dana, bahkan sebaiknya kita menolak subsidi dari pemerintah, partai-partai politik dan organisasi bawahannya, perusahaan-perusahaan asing, dan yayasan-yayasan asing. Hal ini perlu kita lakukan untuk tanda kemandirian kita. Selain itu, juga untuk memaksimalkan daya kita masing-masing sebagai individu, dan memancing daya dari masyarakat bangsa kita sendiri. Sebab, kita tidak akan menolak sumbangan dana (kalau ada) dari perusahaan milik bangsa sendiri, atau dari pribadi-pribadi yang memang punya sumber daya yang bersifat swasta, dan dari sumber-sumber lain didalam negeri yang bersifat independen. Sumber-sumber dana yang ideal semacam ini justru akan menjadi inventarisasi dari daya hidup bangsa.

SURAT DARI PALMERAH: INDONESIA DALAM POLITIK MEHONG: 1996 - 1999, Seno Gumira Ajidarma

Judul/Title: SURAT DARI PALMERAH: INDONESIA DALAM POLITIK MEHONG: 1996 - 1999
Penulis/Author: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit/Publisher: Kepustakaan Populer Gramedia
Edisi/Edition: I, 2002
Halaman/Pages: 287
Dimensi/Dimension: 17.5 x 22 x 1.5 cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 814/Aji/s/C.1

***
Surat-surat ini ditulis pada masa transisi dalam sejarah politik Indonesia kontemporer, antara 1966-1999, yakni sebelum dan sesudah tergulingnya Orde Baru. Surat-surat ini berbincang tentang etika politik dan masalah sosial budaya, yang merefleksikan situasi kritis dalam kehidupan politik masa itu. Namun pengawasan ketat Departemen Penerangan RI pada masa Orde Baru, maupun ancaman kelompok-kelompok radikal setelah Reformasi, membuat opini wartawan seringkali tidak bisa dinyatakan secara langsung -- dibutuhkan suatu seni untuk mengutarakan pendapat yang sensitif. Itulah yang dirasakan penulisnya, yang setelah musim politik berganti pendapatnya belum berubah: Politik di Indonesia adalah politik mehong.

Esai demi esai memperkaya dan memberi kita pelajaran untuk melihat suatu perkara dari segi yang semula mungkin tak pernah kita perhitungkan. Kita seperti menyelam dalam hidup pribadi Seno yang luas, dalam, dan meriah; dan dari penyelaman itu kita pulang membawa sesuatu. Pendek kata, kita mengorbankan waktu bukan untuk sebuah kesia-siaan.

WOULDN'T TAKE NOTHING FOR MY JOURNEY NOW, Maya Angelou

Judul/Title: WOULDN'T TAKE NOTHING FOR MY JOURNEY NOW
Penulis/Author:
Maya Angelou
Penerbit/Publisher: Bantam Books
Edisi/Edition: 1994
Halaman/Pages: 139
Sampul/Cover : Softcover
Dimensi/Dimension: 17.5cm
Bahasa/Language: English
Call No.: 158/Ang/w

***
Maya Angelou, of the best-loved authors of our time, shares the wisdom of a remarkable life in this bestselling spiritual calssic. This is Maya Angelou talking from the heart, down to earth and real, but also inspiring. This is a book to be treasured, a book about being in all ways a women, about living well, about the power of the word, and about the power of spirituality to move and shape your life. Passionate, lively and lyrical, Maya Angelou's latest unforgettable work offers a gem of truth on every page.

I KNOW WHY THE CAGED BIRD SINGS, Maya Angelou

Judul/Title: I KNOW WHY THE CAGED BIRD SINGS Penulis/Author: Maya Angelou
Penerbit/Publisher: Bantam Books
Edisi/Edition: 1997
Halaman/Pages: 290
Dimensi/Dimension: 21cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 158/Ang/i

***
This testimony from a black sister marks the beginning of a new era in the minds and hearts and lives of all black men and women... I Know Why the Caged Bird Sings liberates the reader into life simply because Maya Angelou confronts her own life with such a moving wonder, such luminous dignity. I have no words for this achievement, but I know that not since the days of my childhood, when the people in the books were more real than people one saw everyday, have I founds myself so moved... Her portrait is a biblical study of life in the midst of death.

[James Baldwin]

TUHAN & HAL-HAL YANG TAK SELESAI, Goenawan Mohamad

Judul/Title: TUHAN & HAL-HAL YANG TAK SELESAI
Penulis/Author: Goenawan Mohamad
Penerbit/Publisher: KataKita
Edisi/Edition: I, 2007
Halaman/Pages: 166
Dimensi/Dimension: 13 x 19 x 1.5 cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 218/Moh/t

***
Ada 99 esei amat pendek dalam buku ini. Jika boleh menirukan karya Roestam Effendi yang terbit di tahun 1925, Pertjikan Permenungan, ke-99 esei itu adalah semacam percikan. Mereka terkadang bisa dibaca sebagai bagian yang saling mendukung atau saling membantah, terkadang bisa dibaca sebagai tulisan yang berdiri sendiri-sendiri.

Semuanya ditulis di masa yang seperti kita alami sekarang, ketika Tuhan tak bisa ditolak dan agama bertambah penting dalam hidup orang banyak, memberi kekuatan, menerangi jalan, tapi juga membingungkan dan menakutkan.