Showing posts with label POLITIK DAN PEMERINTAHAN. Show all posts
Showing posts with label POLITIK DAN PEMERINTAHAN. Show all posts

MEMAHAMI ASAS TUGAS PEMBANTUAN, Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS

Judul/Title: MEMAHAMI ASAS TUGAS PEMBANTUAN
Penulis/Author: Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS
Penerbit/Publisher: Fokusmedia
Edisi/Edition: 2006
Halaman/Pages: 128
Dimensi/Dimension: 15.5 x 24 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 352/Was/m/C.1

***
Menurut konstitusi, desentralisasi diselenggarakan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Dengan demikian, asas tugas pembantuan sama pentingnya dengan asas otonomi, tetapi perhatian terhadap asas ini masih sangat terbatas baik dilihat dari peraturan perundang-undangan yang mengatur maupun pemahaman dari para penyelenggara pemerintah daerah. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai filosofi, strategi dan teknik pelaksanaan, asas tugas pembantuan. Pada bagian tertentu, asas tugas pembantuan mengandung unsur Embrional untuk desentralisasi.

Hakekat tugas pembantuan adalah tugas turut serta membantu melaksanakan urusan-urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pusat. Daerah Propinsi dan/atau Daerah Kabupaten/ Kota serta Desa yang bersifat operasional dengan parameter EFEKTIVITAS dan EFESIENSI.

Selama ini, inisiatif pelaksanaan asas tugas pembangunan bersifat TOP DOWN, yakni dari institusi pemberi tugas. Dalam rangka mencapai efektivitas dan efesiensi penyelenggara pemerintahan, perlu dikembangkan inisiatif yang bersifat BOTTOM UP, yakni inisiatif dari institusi yang berkepentingan dan akan menerima tugas pembantuan.

BANGSA TERLUKA: TRANSISI MENUJU DEMOCRAZY, Maulidin dkk

Judul/Title: BANGSA TERLUKA: TRANSISI MENUJU DEMOCRAZY? [Jurnal Gerbang]
Penulis/Author: Maulidin dkk
Penerbit/Publisher: ELSAD dan TAF
Edisi/Edition: 2001
Halaman/Pages: 230
Dimensi/Dimension: 17 x 23 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 322/Mau/b/C.1

***
Proses politik transisional yang sekarang sedang kita jalani ini, sesungguhnya mengalami ujian berat. Dalam masa ini, sistem lama yang otoritarian sudah kehilangan legitimasi dan basis moralnya. Di pihak lain, kita merasakan semakin tercerai-beraikannya proses konsolidasi demokrasi akibat pengentalan kembali perpolitikan komunalistik dalam wadah ketatanegaraan modern. Periode transisi ini penting untuk diperhatikan. Kita tidak ingin Indonesia mengalami kesukariaan berkelamaan menyambut transisi ke demokrasi, namun kemudian berbalik kembali ke otoriterianisme.

PARTAI, KEBIJAKAN & DEMOKRASI, Hans-Dieter Klingemann, Richard I. Hofferbert, and Ian Budge

Judul/Title: PARTAI, KEBIJAKAN & DEMOKRASI
Penulis/Author: Hans-Dieter Klingemann, Richard I. Hofferbert, and Ian Budge
Penerbit/Publisher: Jentera
Edisi/Edition: 2000
Halaman/Pages: 470
Dimensi/Dimension: 16 x 24 x 2.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 324.2/Kli/p/C.1

***
"Buku baru yang inovatif dan menarik ini memberikan kabar gembira bagi para pengkaji perbandingan politik dan para demokrat. Buku ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan 'besar' seperti respon demokratis dari partai-partai politik ternyata bisa ih dan dianalisis menggunakan metode-metode empiris yang canggih dan bahwa sistem kepartaian demokratis ternyata juga bekerja jauh lebih baik daripada yang selama ini diduga."
-Arend Lijphart
University of California, San Diego

"Hasil studi yang luar biasa ini memberikan pandangan baru yang mendasar dalam memahami perubahan-perubahan strategi partai dalam memenangkan Pemilu di negara-negara demokrasi Barat. Dengan memanfaatkan data-data penting, studi ini menunjukkan secara meyakinkan bahwa partai-partai politik lebih bertanggung jawab dibandingkan dengan umum selama ini dan bahwa program-program partai-partai sangat dekat bersesuaian dengan kebijakan-kebijakan nyata yang dijalankan ketika berkuasa. Studi bakal menjadi bacaan wajib bagi setiap mahasiswa yang menggeluti perbandingan politik atau proses pemilu."
-Ronald Inglehart
University of Michigan

A NATION IN WAITING, Adam Schwarz

Judul/Title: A NATION IN WAITING: INDONESIA IN THE 1990s
Penulis/Author: Adam Schwarz
Penerbit/Publisher: Allen & Unwin
Edisi/Edition: I, 1994
Halaman/Pages:370
Dimensi/Dimension: 14 x 21.5 x 2.5cm
Sampul/Cover: Hardcover
Bahasa/Language: English
Call No.: 959.8/Sch/n/C.1

***
A Nation in Waiting lifts the veil on Indonesia, Southeast Asia's quiet giant. Written in an engaging and easy-to-read style, it captures the fascinating debate in Indonesia today on where the nation is heading. Spanning a wide variety of contemporary issues, it offers a detailed and thought-provoking glimpse of one of the world's largest and least understood nations. It chronicles the impressive economic development Indonesia has enjoyed under the 27-year leadership of President Soeharto as well as the difficult challenges which lie ahead.

Using a wealth of first-hand information, Adam Schwarz gives life to the heated debates on economic policy, corruption and the controversial role of ethnic-Chinese entrepreneurs. The book analyses the political demand of Indonesia's Muslim community, the mishandled incorporation of East Timor, the emerging debate on human rights, and the thorny problem of arranging a smooth transition of power. The underlying theme of the book is the widening gap between an increasingly modernised economy and a rigid political system that is struggling to keep up with the times. The task of matching political development with economic growth will be the central challenge for this enigmatic country in the 1990s. All those with an interest in Indonesia will find in this book invaluable insights into how politics and business are conducted in the world's fourth largest nation.

Adam Schwarz reported on Indonesia for the Far Eastern Economic Review from 1988 to 1992. Having enjoyed wide access to many of Indonesia's leaders and most prominent citizens, he now offers a rare behind-the-scenes view of Indonesia in which 'Indonesia voices' tell the story.

PANDUAN PRAKTIS MENGONTROL APBD, Rinusu dan Sri Mastuti

Judul/Title: PANDUAN PRAKTIS MENGONTROL APBD
Penulis/Author: Rinusu dan Sri Mastuti
Penerbit/Publisher: CiBa dan FES
Edisi/Edition: I, 2003
Halaman/Pages: 87
Dimensi/Dimension: 13.5 x 19 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 336.3/Rin/p/C.1

***

Anggaran (budget) adalah rencana kerja dan rencana keuangan, artinya anggaran merupakan alat kendali demokratis (democratic steering instrument) melalui mana kebijakan suatu daerah ditentukan. Anggaran juga menyiratkan prioritas politik yang ditetapkan oleh suatu komunitas lokal.

Oleh sebab itu adanya kontrol demokratis dalam proses anggaran menjadi sangat penting. Secara idealnya anggaran ditentukan atas dasar prinsip kebenaran anggaran (budget truth) dan kejelasan anggaran (budget clarity), yang telah dikontrol dan diperiksa melalui pemeriksaan berimbang, seperti melalui komisi anggaran, badan pengawas dan auditor. Rencana anggaran bagaimanapun juga perlu dimumukan secara terbuka ke masyarakat umum sebelum disetujui dan diterapkan. Kesempatan ini merupakan peluang akhir bagi masyarakat umum untuk menilai secara kritis dan mungkin mempengarui untuk meninjau kembali jika terjadi kekeliruan, ketidakwajaran atau ketidakbenaran.

REVOLUTION IN EAST-CENTRAL EUROPE, David S. Mason

Judul/Title: REVOLUTION IN EAST-CENTRAL EUROPE: THE RISE AND FALL OF COMMUNISM AND THE COLD WAR
Penulis/Author: David S. Mason
Penerbit/Publisher: Westview Press. Inc.
Edisi/Edition: 1992
Halaman/Pages: 215
Dimensi/Dimension: 15 x 23 x 2cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 947/Mas/r/C.1

***
DILEMMAS IN WORLD POLITICS
Dilemmas in World Politics offers teachers and students of international relations a series of equality books on critical issues, trends, and regions in international politics. Each text will examine a "real world" dilemma and will be structured to cover the historical, theoretical, practical, and projected dimensions of its subject.

"Revolution in East-Central Europe deserves high marks for originality, contribution to the field, and quality of scholarship. The integration of East-Central European data with mainstream political science concepts is long overdue." -- Robin Alison Remington, University of Missouri - Columbia

HARVEST OF FEAR, John Murphy

Judul/Title: HARVEST OF FEAR
Penulis/Author: John Murphy
Penerbit/Publisher: Westview Press Boulder & San Fransisco
Edisi/Edition: 1994
Halaman/Pages: 335
Dimensi/Dimension: 14 x 21.5 x 2.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 994/Mur/h/C.1

***
  • How did fears of the Cold War Shape Australian images of Asia?
  • What was the nature of Vietnamese revolution, which some 50.000 Australian troops failed to reverse in the 1960s?
  • How did a small and marginal peace movement grow into the powerful Moratorium and did it have any impact on the course of the War ?
Harvest of Fear is a beautifully crafted history of Australia's experience of the Vietnam War. It draws together a picture of social and political life in colonial and postcolonial Vietnam; an incisive look at Australian Cold War politics and the diplomacy that lead us to Vietnam; and a brilliant portrait of the origins and political impact of the powerful Australian anti-war movement. No previous book has pulled together these three critical strands of the Australian experience of the Vietnam War; it is indeed a broad and rich canvas.

Harvest of Fear presents the clearest picture yet of how the war came about, how it was seen from Australia, what the war in Phoc Tuy Province was like for the Australian soldiers sent there, and why our involvement was the cause of such division at home. Using a range of archival sources and interviews with participants, John Murphy shows how our intervention reflected the political alignments of Australia in the Cold War, as well as deeper and more troubled anxieties about Asia.

The Australian intervention in Vietnam remains Australia's longest and most contentious war. The war and its echoes are powerfully evoked in John Murphy's story.

Harvest of Fear is a book to appeal t0 everyone interested in Australian history and politics, and in Australia's Involvement with Asia, especially with the Vietnam War.


***
For Sale:
Vietnamese Helmet
Rp. 100.000,-

FEDERALISME UNTUK INDONESIA, St. Sularto & T. Jakob Koekerits [ed.]

Judul/Title: FEDERALISME UNTUK INDONESIA
Penulis/Author: St. Sularto & T. Jakob Koekerits [ed.]
Penerbit/Publisher: Kompas
Edisi/Edition: 1999
Halaman/Pages: 198
Dimensi/Dimension: 15 x 23 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 321/Sul/f/C.1

***
Federalisme Mungkinkah untuk Indonesia?

Negara kesatuan mulai dipersoalkan dari banyak segi: efisiensi, efektivitas, keadilan, economic inequality, regional inequality. Irian Jaya hanya mendapat empat persen, Kalimantan Timur hanya mengkonsumsi satu persen, dan Aceh hanya mengkonsumsi setengah persen dari yang diterima dari pengolahan sumber daya lokal masing-masing, selebihnya ke 'pusat'. Angka-angka di atas sudah menunjukkan ketimpangan luar biasa. Sumber daya di daerah tidak berkembang. Dalam arti human resources, local leadership dan local natural resources, kalaupun ada, semuanya adalah milik pusat. Semua itu yang menghidupkan kembali, atau sekurang-kurangnya membuka keinginan pemikiran ke arah sistem federal. Persoalan kita ialah, apakah setelah mengalami begitu lama sistem unitarian, bisa dengan begitu saja kita beralih kepada sistem federal? Apa syarat-syaratnya agar suatu bentuk federal itu menjadi sesuatu yang efektif dan tidak malah menjadi suatu soal baru yang tidak dapat dipecahkan.

Pokok bahasan yang dikupas dalam buku Federalisme untuk Indonesia ini ialah pertama, letak kekuatan dan kelemahan sistem pemerintahan daerah sekarang. Kedua, peta dan trend di dunia dalam hubungan dengan sistem federal. Di samping itu faktor sosial-antropologis lainnya juga menentukan seperti kelompok etnik, bahasa, agama, dan lain-lain. Ketiga, studi perbandingan dengan negara-negara yang sudah berpengalaman, menyangkut keuntungan dan kerugian sistem federal. Dan, keempat, economic advantage dari sistem federal. Pertanyaannya, bagaimana sistem federal mengatasi persoalan tersebut, dan apakah sistem federal malah hanya menambah beban pekerjaan?

-- Dr. Daniel Dhakidae

CARA MUDAH MEMAHAMI OTONOMI DAERAH, I Widarta

Judul/Title: CARA MUDAH MEMAHAMI OTONOMI DAERAH
Penulis/Author: I. Widarta
Penerbit/Publisher: Lapera Pustaka Utama
Edisi/Edition: I, 2001
Halaman/Pages: 212
Dimensi/Dimension: 15 x 21 x 1 cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 352/Wid/c/C.1

***
Otonomi daerah adalah jalan bagi demokratisasi. Otonomi daerah harus diberi makna sebagai jaman dimana rakyat mendapatkan kembali haknya untuk berdaulat dan untuk didengarkan aspirasinya. Buku ini hendak mengungkapkan masalah otonomi daerah secara sederhana. Tentu bukan dengan maksud menyederhanakan, melainkan bagi percepatan implementasi yang berbasis prakarsa rakyat. Siapa saja yang berkepentingan dengan demokratisasi layak membaca kitab sederhana ini.

KGB, Brian Freemantle

Judul/Title: KGB
Penerjemah/Translator: Brian Freemantle
Penerbit/Publisher: Rainbird
Edisi/Edition: 2003
Halaman/Pages: 238
Dimensi/Dimension: 23.5 x 16 x 2cm
Sampul/Cover: Hardcover
Bahasa/Language: English
Call No.: 355.4/Fre/k/C.1
Status: Ada/Available

***
The KGB is the biggest spy machine for the gathering of secret information that the world has ever seen. Without its omnipresent supervision of every aspect of Russian life, the totalitarian Union of Soviet Socialist republics would cease to exist. It is the KGB militia which guards the 41, 595 miles of the country's sea and land frontiers; its the KGB which monitors the educations in Soviet schools, academies and universities and all the permitted arts. The KGB also controls all printed material through its 70,000 censors. It directs, frequently obscenly, the sciences and medicine. It controls the police and military. Through its informers and emplaced officials, it has power over the prisons and labour camps and in every city, town, village and hamlet, the KGB has established informant networks to learn of the behaviour and attitudes held by every one of the 268,000,000 inhabitants of the USSR.

In addition to the tyranny exercised by the KGB within the USSR, there are over 250,000 secret agents working overseas carrying out the aims of the KGB, 'to conduct active measures which will exacerbate the differences between individual countries, cause tension between neutral countries and developing countries on the one hand and western nations on the other hand'. To carry out this aims, the KGB spent no less than 1452,344,000 in 1980 alone.

Brian Freemantle is the creator of Charlie Muffin, the battered secret agent who features in a sequence of best selling thrillers. Like Charlie Muffin, Brian Freemantle has devoted many years, both as a journalist and as a writer, to studying the activities of deadly KGB. His research has enabled him to write a chilling authentic account of the work of Soviet secret police. He provides a detailed analysis of both the past and the present structure of the KGB, and with a wealth of horrifying stories and case histories, reveals the extraordinary lengths to which their agents will go. For the first time, the full extent of the KGB's blatant infiltration of United Nations is revealed and the terrifying thoroughness of their activities in fomenting revolution in Third-World countries. The author uses all the resources of a master storyteller to recount the horrifying story of a secret army whose everyday activities involve murder, torture and blackmail.

The book is illustrated with over sixty photographs illustrating scenes of life within the USSR under the tyranny of the KGB and also many of the people actively concerned with its workings.

SISTEM PERENCANAAN PEMBUATAN PROGRAM DAN ANGGARAN, M. Arief Djamaluddin

Judul/Title: SISTEM PERENCANAAN PEMBUATAN PROGRAM DAN ANGGARAN: SUATU PENGANTAR
Penulis/Author: M. Arief Djamaluddin
Penerbit/Publisher: Ghalia Indonesia
Edisi/Edition: IV, 1982
Halaman/Pages: 142
Dimensi/Dimension: 14.5 x 20.5 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 351.72/Dja/s/C.1

***
Sejalan dengan makin melajunya usaha pengembangan dan penyempurnaan sistem administrasi negara serta sistem administrasi pembangunan, maka makin terasa pula pentingnya penambahan kepustakaan dalam bidang Sistem Perencanaan Pembuatan Program dan Anggaran, sebagai salah satu dari sistem Administrasi Keuangan Negara.

Untuk memenuhi minat yang terasa makin meningkat itu dan setelah diadakan penyempurnaan di sana-sini, maka diterbitkan buku Sistem Perencanaan Pembuatan Program dan Anggaran Cetakan IV ini.

PERENCANAAN DAERAH PARTISIPATIF, Alexander Abe

Judul/Title: PERENCANAAN DAERAH PARTISIPATIF
Penulis/Author: Alexander Abe
Penerbit/Publisher: Pondok Edukasi
Edisi/Edition: 2002
Halaman/Pages: 120
Dimensi/Dimension: 15 x 21 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 352/Abe/p/C.1

***
Rejim otoriter-sentralistik, selalu enggan melibatkan rakyat, dengan alasan rakyat bodoh dan hanya membuat proses berjalan lamban. Penguasa merasa serba tahu apa yang dibutuhkan rakyat meski tanpa bertanya pada rakyat. Perencanaan daerah partisipatif memiliki maksud meninggalkan model lama itu.

KUDETA ANGKATAN DARAT, Geoffrey B. Robinson

Judul/Title: KUDETA ANGKATAN DARAT
Penulis/Author: Geoffrey B. Robinson
Penerbit/Publisher: Teplok Press
Edisi/Edition: 2000
Halaman/Pages: 172
Dimensi/Dimension: 20 x 12.5 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 355.7/Rob/k/C.1

***
Siapapun penguasa Republik Indonesia, mereka harus berhadapan dengan wajah Amerika yang multidimensi. Pertama, rakyat Amerika sangat phobia dengan komunis dan Islam. Kedua, wajah anggota kongres yang banyak berbicara HAM, demokrasi dan kepentingan businessman Amerika. Dan ketiga, wajah Amerika dengan diplomasi-intelejen Gaya CIA.

Dalam politik Indonesia Amerika merasa bersikap netral dan tidak terlibat, tapi sulit mengelak bila kita melihat fakta keterlibatan Amerika dalam PRRI dan Kudeta Angkatan Darat tahun 1966.

Karya Geoffrey B. Robinson ini membuka mata dan hati kita untuk melihat betapa jahatnya Amerika yang menjadi provokator Angkatan Darat untuk melakukan kudeta. Dan juga mengipasi rejim Soeharto untuk menganeksasi Timor Leste.

THE CLASH OF CIVILIZATIONS AND THE REMAKING OF WORLD ORDER, Samuel P. Huntington

Judul/Title: THE CLASH OF CIVILIZATIONS AND THE REMAKING OF WORLD ORDER
Penulis/Author: Samuel P. Huntington
Penerbit/Publisher: Touchstone Books
Edisi/Edition: 1996
Halaman/Pages: 367
Dimensi/Dimension: 13 x 20 x 2.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 303.6/Hun/c/C.2

***
In the summer of 1993 Foreign Affairs published an article entitled "The Clash of Civilizations?" by Samuel Huntington. No article, according to the editors of that distinguished journal, has generated more discussion since George Kennan's "X" article on containment in the 1940's. In the article he posed the question whether conflicts between civilizations would dominate the future of world politics. In the book, he gives the answer, showing not only how clashes between civilizations are the greatest threat to world peace but also how an international order based on civilizations is the best safeguard against war. It is already proving to be one of the most talked about books of the decade.

PENDIDIKAN POLITIK PEREMPUAN PEDESAAN, Himawan S. Pambudi, Yam'ah Tsalatsa A, Santi Hesti Wijaya

Judul/Title: PENDIDIKAN POLITIK PEREMPUAN PEDESAAN: PANDUAN FASILITATOR
Penulis/Author: Himawan S. Pambudi, Yam'ah Tsalatsa A, Santi Hesti Wijaya
Penerbit/Publisher: Kp4 LAPPERA
Edisi/Edition: 2003
Halaman/Pages: 195
Dimensi/Dimension: 18.5 x 20 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 361.8/Pam/p/C.1

***

Problem ketimpangan dan kekerasan yang dialami perempuan selama ini tidak semata-mata berakar pada struktur kebudayaan patriarkhi, melainkan juga memiliki akar kuat dalam struktur politik yang secara nyata melahirkan berbagai kekerasan struktural terhadap perempuan. Dalam berbagai persoalan sosial, seperti konflik dan kerusuhan sosial, perempuan menjadi kelompok yang paling menderita dan bahkan seringkali tubuh perempuan dijadikan alat teror bagi kelompok-kelompok yang bertikai. Kekerasan kemudian menjadi bukan sekedar persoalan yang terkait dengan hubungan-hubungan sosial an sich, tetapi secara lebih kritis bisa dipahami karena tidak adanya kebijakan poilitik yang mampu memberikan perlindungan dan menghapuskan segala tindak kekerasan terhadap perempuan.

NICCOLO MACHIAVELLI: SANG PENGUASA, L. Passerini & G. Milanesi [ed.]

Judul/Title: NICCOLLO MACHIAVELLI: SANG PENGUAsA -- SURAT SEORANG NEGARAwaN KepAdA PEMIMPIN REPUBLIK
Penulis/Author:
L. Passerini & G. Milanesi [ed.]
Penerbit/Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Edisi/Edition: 1991
Halaman/Pages: 128
Dimensi/Dimension: 12 x 21 x1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 172/Pas/n/C.1
Status: Halaman tidak lengkap/Pages incomplete

***
Sang Penguasa (Il Principe) adalah sebuah buku politik klasik. Ketika ditulis dalam abad XVI, Republik Florence (dimana pengarang menjadi warganegaranya) berada dalam genggaman kekuasaan keluarga Medici. Republik ini merupakan salah satu dari kelima negara dari Italia yang terpecah-belah. Hubungan antara kelima negara begitu rapuh. Sebagai negarawan, yang kaya dengan pengalaman berdiplomasi di luar negeri, Machiavelli merindukan suatu Italia yang bersatu. Persatuan itu dapat terwujud bila tampil seorang penguasa yang memiliki kekuasaan absolut dan berani bertindak secara apa pun demi kelestarian kekuasaannya. Wajah sang penguasa itu adalah perpaduan yang saling melengkapi antara Raja Prancis Louis XII, yang suka pembaruan tetapi tidak menyadari bahaya yang timbul akibat pembaruan itu, dengan Pangeran Cesare Borgia yang terkenal berani dan kejam dalam mempertahankan kekuasaanya, dan Paus Julius II, yang dapat menjaga kekuasaannya berkat pengaruh dan bantuan luar negeri.

Buku ini ditujukan kepada para penguasa yang ingin mempertahankan kekuasaanya dengan meniru pola dan cara pengelolaan yang pernah dipraktekkan oleh ahli-ahli strategi dan arsitektur kekuasaan. Pengarang sekaligus menunjukkan bahwa dalam praktek kekuasaan yang nyata, tidak ada hubungan antara kekuasan dengan moralitas. Dengan kata lain, kekuasaan itu bersifat sekular, tidak ada hubungan dengan dunia gaib.

POLITIK KEKUASAAN MENURUT NICCOLO MACHIAVELLI, Pax Benedanto

Judul/Title: POLITIK KEKUASAAN MENURUT NICCOLLO MACHIAVELLI
Penulis/Author:
Pax Benedanto
Penerbit/Publisher: Kepustakaan Populer Gramedia
Edisi/Edition: 1997
Halaman/Pages: 125
Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 172/Ben/p/ C.1

***
Inilah sebagian daftar isi buku yang dijuluki Ernst Cassirer (1874-1975), filsuf Jerman terkemuka, sebagai buku resep teknik berkuasa. Sekilas, isi Il Principe terasa rumit, namun sebenarnya sederhana saja. Seluruh isi buku ini sesungguhnya ingin menunjukkan bagaimana seorang penguasa harus bertindak untuk merebut, mempertahankan dan menghindari hilangnya kekuasaan.

Buku ini awalnya memang dirancang bagi para penguasa yang ingin terus mengukuhkan kekuasaannya. Buku ini sangat penting bagi para praktisi dan pengamat politik, para pengajar dan mahasiswa, serta para peminat politik pada umumnya, sedikitnya untuk memahami jalannya politik kekuasaan.