Judul/Title: KRITIK SASTRA FEMINIS: SEBUAH PENGANTARPenulis/Author: Soenarti DjajanegaraPenerbit/Publisher: Gramedia Pustaka UtamaEdisi/Edition: 2000Halaman/Pages: 88Dimensi/Dimension: 13.5x 20 x 0.5cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 809/Dja/k/C.1***Kiranya harus diakui bahwa buku tentang kritik sastra dalam Bahasa Indonesia masih sangat sedikit jumlahnya. Bahkan buku kecil tentang kritik sastra feminis ini merupakan buku pertama yang ditulis dalam bahasa Indonesia terhadap kesusasteraan dirasakan semakin meningkat, sehingga bisa dipastikan bahwa buku ini akan memperluas wawasan para pencinta sastra tentang dunia sastra, baik sastra Indonesia, maupun sastra asing. Apalagi pokok bahasan yang disajikan dalam buku ini adalah seputar masalah gender, suatu pokok yang semakin banyak dibahas dan dikaji diberbagai kalangan.Kritik sastra feminis yang diuraikan dalam buku ini mencakup berbagai segi, mulai dari perkembangan makna, tujuan, sampai berbagai ragamnya. Pembahasan diakhiri dengan dua contoh sederhana, untuk memudahkan para pembaca menerapkan kritik ini pada suatu karya.Para peminat sastra, khususnya para mahasiswa sastra, akan memperoleh manfaat dari buku ini, karena mereka akan sanggup menyimak serta mengkaji berbagai karya sastra melalui sudut pandang lain.
Judul/Title: MENAFSIRKAN TEKS: PENGANTAR KRITIS KEPADA TEORI DAN PRAKTEK PENAFSIRAN SASTRAPenulis/Author: K.M. NewtonPenerbit/Publisher: IKIP PressEdisi/Edition: I, 1994Halaman/Pages: 243Dimensi/Dimension: 14 x 20.5 x 1 cmSampul/Cover: PaperbackBahasa/Language: IndonesiaCall No.: 801.95/New/m***Meskipun semua kritik sastra dapat dipandang sebagai penafsiran dalam arti yang luas, penafsiran sebagai pengalimatan lain suatu teks, yang memberikan perhatian khusus kepada struktur tematik, retorik dan linguistik, serta hubungan di antaranya, sebenarnya meruapakan fenomena abad ke dua puluh.Studi pendahuluan yang gamblang dan tangguh ini dimulai dengan membicarakan awal kritik penafsiran, terutama kemunculannya sebagai bentuk kritik sastra yang sangat berpengaruh di Kritik Baru Anglo-Amerika. Dilanjutkan dengan membicarakan hubungan antara penafsiran sastra dan hermeneutika, dan serangan atas penafsiran sebagai metode ang kritis oleh kritikus yang tradisional, formalis, strukturalis dan pasca-strukturalis.Secara khusus perhatian dicurahkan terhadap peran penafsiran yang telah mengubah kritik kontemporer melalui pembicaraan tentang dekonstruksi, kritik tanggapan-pembaca, kritik feminis, kritik Marxis dan yang dipengaruhi Marxis seperti 'materialisme budaya' dan 'Historisisme Baru'. Bentuk-bentuk penafsiran ini dikemukakan secara kritis dan pengaruhnya terhadap praktek-praktek penafsiran dibicarakan secara jelas.Buku ini ditutup dengan mengemukakan pendapat bahwa meskipun penafsiran itu tidak dapat dihindarkan dalam penafsiran sastra, ia tidak akan pernah mencapai kebenaran atau kesahihan yang final. Penafsiran sebaiknya dianggap sebagai perjuangan untuk mendapatkan tempat yang berpengaruh dan kritik hendaknya memperhitungkan masalah-masalah filsafat dan ideologi yang mendasari perjuangan tersebut.Buku ini merupakan bacaan dasar yang penting baik bagi mahasiswa teori sastra maupun mereka yang tertarik kepada perkembangan dalam kritik sastra kontemporer.