Showing posts with label GENDER. Show all posts
Showing posts with label GENDER. Show all posts

MENGEMBALIKAN HAK PEREMPUAN, Radha Dayal

Judul/Title: MENGEMBALIKAN HAK PEREMPUAN
Penulis/Author: Radha Dayal
Penerbit/Publisher: UNIFEM & Partners For Law
Edisi/Edition: 2004
Halaman/Pages: 65
Dimensi/Dimension: 20.5 x 26.5 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 341.2/Day/m/C.1

***
Sebagai traktat utama tentang hak asasi perempuan, CEDAW memiliki relevansi dalam setiap hal terkait dengan hak-hak perempuan, mulai dari kebijakan dan hukum di satu sisi sampai dengan program-program berbasis lapangan disisi lain. Maka tidak mengherankan bila mereka yang bergiat dalam implementasi Konvensi perlu memberikan fokus pada penyebarluasan informasi dan integrasi standar normatif Konvensi ke dalam pekerjaan mereka di lapangan yang berkaitan dengan hak-hak perempuan. Upaya ini merupakan suatu kerja yang tidak mudah karena adanya pemahaman tentang CEDAW sebagai hukum, dan lebih khusus lagi sebagai suatu perjanjian internasional. Berkaitan dengan karakteristik dari pendapat ini, timbul pendapat bahwa ada kekhususan teknis dan terbatasnya lingkup pelaksanaan hukum tersebut, yaitu apakah pada lingkup internasional atau peradilan nasional. Sebagai konsekuensi dari adanya pendapat seperti itu, maka timbul tantangan, yaitu bagaimana mentransformasikan CEDAW sebagai hukum perjanjian menjadi suatu kerangka konseptual yang dapat digunakan dalam berbagai sektor tematik dan tingkat kegiatan.

ANALISIS GENDER DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN, Siti Sugiah M. Mugniesyah dan Pamela Fadhilah

Judul/Title: ANALISIS GENDER DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN
Penulis/Author: Siti Sugiah M. Mugniesyah dan Pamela Fadhilah
Penerbit/Publishe: Bappenas dan CIDA
Edisi/Edition: 2001
Halaman/Pages: 24
Dimensi/Dimension: 18 x 18 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 305.4/Mug/a/C.1

***
Gender Analysis Pathway (GAP) merupakan alat analisis gender yang dikembangkan oleh direktorat Kependudukan, Kemasyarakatan, dan Pemberdayaan Perempuan-BAPPENAS bekerjasama dengan Women's Support Project Phase II-CIDA. Dalam Proses perkembangannya, dan atas kerjasama dengan CIDA dan ILO, GAP telah diujicobakan di 5 (lima) sektor pembangunan, yaitu ketenagakerjaan, pendidikan, hukum, pertanian, serta koperasi dan usaha kecil menengah (KUKM), Hasil uji coba tersebut telah dipresentasikan pada acara "Seminar Nasional Pengarusutamaan Gender dalam Perencanaan Pembangunan Nasional" di Jakarta pada tanggal 22 Mei 2001, dan telah memperoleh banyak masukan yang kesemuanya telah dirangkum ke dalam buku ini.

SEX SLAVES: The Trafficking of Women in Asia, Louise Brown

Judul/Title: SEX SLAVES
Penulis/Author: Louise Brown
Penerbit/Publisher: Virago Press
Edisi/Edition: 2000
Halaman/Pages: 275
Dimensi/Dimension: 15.5 x 23 x 2cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 305.8363/Bro/s/C.1

***

Slave (sleiv) n. 1. a person legally owned by another and having no freedom of action or right to property. 2. a person who is forced to work for another against his or her will.

It is usually assumed that the Asian sex industry has developed because of the demands of morally corrupct western sex tourists. The western media's obsession with those sectors of the Thai and Filipino sex trade that cater to foreigners has sustained that belief. This ground-breaking book investigates this basic tourists have certainly played a vital part in the growth of the industry, the primary costumers of Asia's indentured sex workers and of its child prostitutes are, overwhelmingly, Asian men. Sex Slaves demolished myths about the wholesomeness of 'Asian values' and takes a controversial and unique approach by viewing the sex industry as an inevitable product of intensely male-dominated society.

Louise Brown has lived and worked in Asia for many years. This book is based upon her own research into the sex trade, her travel around some of Asia's main red light areas, and upon the personal testimonies of the girls and women who are forced into prostitution. It is about their experiences; their journey from home to captivity; the horrors of their 'seasoning' for prostitution and about their life within the brothel. It tells the story of girls and young women who come from the poorest and most disadvantage sections of society and who are the victims and survivors of terrible exploitation and brutality. It tells of the hypocrisy of their clients, the ruthlessness of the Industry's management and the injustice of societies that then brand these women as despised whores who must carry their shame with them for the rest of their lives. Sex Slaves speaks out against a monstrous trade and listens to the voices of some of the world's most silent and abused women.

PENGHAPUSAN DISKRIMINASI TERHADAP WANITA, Tapi Omas Ihromi, Sulistyowati, Achie Luhulima

Judul/Title: PENGHAPUSAN DISKRIMINASI TERHADAP WANITA
Penulis/Author: Tapi Omas Ihromi, Sulistyowati, Achie Luhulima
Penerbit/Publisher: Alumni
Edisi/Edition: I, 2000
Halaman/Pages: 415
Dimensi/Dimension: 14.5 x 21 x 2cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 341/Ihr/p/C.1

***

Suatu upaya mendasar di kalangan PBB dan oleh para aktivis HAM, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan HAM bagi wanita, yang dirasakan perlu adalah perumusan dari ukuran-ukuran yang secara internasional yang diperlukan untuk pemajuan persamaan antara pria dan wanita (The United Nations 1995).

Banyak pertanyaan berkaitan dengan masalah diskriminasi terhadap wanita, baik pada tingkat dunia hingga negara per negara. Untuk menjawab permasalahan-permasalahan itu, Konvensi Wanita disusun dan kemudian diterima oleh Sidang Umum PBB tanggal 18 Desember 1979 -- diratifikasi oleh Indonesia melalui Undang-Undang No. 7 Tahun 1984, dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 24 Juli 1984.

Segala bentuk instrumen yang sudah ada sampai saat ini, belumlah efektif dan maksimal, kecuali bila dengan terus menerus diupayakan secara intensif oleh para wanita, baik bersama-sama maupun masing-masing.

Di dalam buku ini akan dapat disimak kajian-kajian para kontributor sekitar dua puluh orang di dalam tidak kurang dari dua puluh lima topik kaji-kajiannya.

Buku ini sangat baik untuk dimiliki oleh siapa saja demi makin menambah wawasan tentang permasalahan diskriminasi terhadap wanita khususnya dan permasalahan wanita secara keseluruhannya.

MAKING THE MDGS WORK FOR ALL, Lorraine Corner

Judul/Title: MAKING THE MDGS WORK: GENDER-RESPONSIVE RIGHTS-BASED APPROACHES TO THE MDGS
Penulis/Author: Lorraine Corner
Penerbit/Publisher: UNIFEM
Edisi/Edition: 2008
Halaman/Pages: 195
Dimensi/Dimension: 19 x 26.5 x 2cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 341.2/Cor/m/C.1

***
Promoting gender equality and empowering women is clearly embedded in the Millenium Declaration, and is one of the Eight Millenium Development Goals (MDGs). Set at the heart of the development agenda, the MDGs are a fresh promise for progress on gender equality and women's empowerment, so critical to achieving development. Making MDGS Work for All urges for the comprehensive use of the Convention on the Elimination of all Forms of Discrimination against Women (CEDAW) and the Beijing Platform for Action in Policies and programmes for the achievement of MDGs. It provides rich examples of how each MDG can be approached in a manner that is gender-responsive and right-based.

PETA KEKERASAN, Komnas Perempuan

Judul/Title: PETA KEKERASAN: PENGALAMAN PEREMPUAN INDONESIA
Penulis/Author: Komnas Perempuan
Penerbit/Publisher: Komnas Perempuan
Edisi/Edition: 2002
Halaman/Pages: 350
Dimensi/Dimension: 21 x 28 x 2cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 360/Kom/p/C.1

***
Buku ini merupakan penggambaran tentang berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan Indonesia. Disebut peta kekerasan karena diusahakan untuk dapat menggambarkan tentang satu kondisi tentang kekerasan terhadap perempuan di Indonesia yang dilakukan melalui survey tentang berbagai data yang telah terkumpul dan memanfaatkan data kuantitatif, kualitatif maupun pengetahuan lain yang ada. Semua yang dapat dikumpulkan kemudian dipakai untuk mengeksplorasi lebih jauh agar berbagai data (sebagai gambaran terpisah-pisah) menjadi sesuatu yang dapat dilihat secara jelas, khususnya dalam memahami berbagai faktor terkait. Tujuannya adalah agar apa yang disebut kekerasan terhadap perempuan, khususnya yang dialami perempuan Indonesia, dapat dipahami secara lebih menyeluruh. Mengingat kekerasan terhadap perempuan masih banyak diselubungi oleh berbagai sistem hukum, ekonomi, dan nilai agama serta tradisi atau adat yang menyulitkan perempuan untuk dapat mengungkapkan kekerasan yang dialami, maka hasil pemetaan ini merupakan usaha permulaan dalam menggambarkan kekerasan terhadap perempuan Indonesia.

THE WOMEN, GENDER & DEVELOPMENT READER, Nalini Visvanathan [ed.]

Judul/Title: THE WOMEN, GENDER & DEVELOPMENT READER
Penulis/Author: Nalini Visvanathan [ed.]
Penerbit/Publisher: Zed Books
Edisi/Edition: 1997
Halaman/Pages: 396
Dimensi/Dimension: 15.5 x 23 x 3cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 305.4/Vis/w/C.1

***
Third World Women were long the undervalued and ignored actors in the development process but are now recognized by scholar, practitioners and policy makers a like as playing a critical role. As the first comprehensive reader for undergraduates and development practitioners, this book presents the best of the now vast body of literature that has grown up alongside this acknowledgement.

TIADA JALAN PINTAS, Nicky May & The Networkers

Judul/Title: TIADA JALAN PINTAS: PANDUAN UNTUK PENDAMPING KELOMPOK PEREMPUAN
Penulis/Author: Nicky May & The Networkers
Penerbit/Publisher: LKPSM Yogyakarta
Edisi/Edition: I, 1993
Halaman/Pages: 202
Dimensi/Dimension: 17 x 24 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 361.8/May/t/C.1

***
Buku ini merupakan rekaman pengalaman para pemerhati dan relawan yang terlibat dengan kelompok-kelompok perempuan di Kenya, Afrika dan kemudian disunting oleh Nicky May yang sekaligus menjabat sebagai Direktur Lapangan Oxfam di negeri ini, bersama mitra kerjanya. Banyak catatan pengalaman yang cukup menarik disajikan buku ini, yang tentu saja dapat dijadikan sebagai bahan pelajaran bagi aktifis pendamping kelompok perempuan, khususnya dalam melakukan aktifitas pendampingan. Contoh-contoh praktis dalam mengelola aktifitas kelompok perempuan, merupakan paduan praktis yang mudah dipahami untuk kemudian diaplikasikan pada kelompok-kelompok perempuan lain, yang menjadi sasaran bagi para aktifis pendamping kelompok perempuan.

Bagaimanapun perempuan merupakan kekuatan potensial bagi kiprah pembangunan nasional suatu negara. Optimalisasi peran perempuan dalam aktifitas Community Development melalui pengelolaan kelompok-kelompok perempuan secara benar merupakan pilihan tepat. Buku ini merupakan referensi yang dapat dijadikan kiblat bagi pendampingan kelompok perempuan. Tentu saja dengan tanpa mengurangi arti keberadaan buku-buku lain, yang bisa jadi keberadaannya saling komplementer dengan buku ini.

STATE RESPONSES TO DOMESTIC VIOLENCE, Rebecca P. Sewall [ed.]

Judul/Title: STATE RESPONSES TO DOMESTIC VIOLENCE: CURRENT STATUS AND NEEDED IMPROVEMENTS
Penulis/Author: Rebecca P. Sewall [ed.]
Penerbit/Publisher: The Institute for Women, Law & Development
Edisi/Edition: 1996
Halaman/Pages: 151
Dimensi/Dimension: 13 x 20.5 x 2cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 362.8/Sew/s/C.1

***

State Responses to Domestic Violence: Current Status and Needed Improvements addresses three major question: what law exist to address domestic violence?; have they been effective in eradicating domestic violence?; and what can be done to improve the legal treatment of domestic violence? Using a dual research strategy involving review of laws and a survey of women's rights advocates, this study provides a global overview of current legal responses to domestic violence. State Responses also offers comprehensive recommendations for states and suggest strategies for NGOs to advocate for change.

UPAYA MENINGKATKAN DAN MELINDUNGI KESEHATAN REPRODUKSI TKIW, Prihatini Ambaretnani & Selly Riawanti

Judul/Title: UPAYA MENINGKATKAN DAN MELINDUNGI KESEHATAN REPRODUKSI TKIW
Penulis/Author: Prihatini Ambaretnani & Selly Riawanti
Penerbit/Publisher: Yayasan Galang
Edisi/Edition: I, 1999
Halaman/Pages: 194
Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 2cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 331.425/Amb/u/C.1

***

Lebih dari 80% TKI yang bekerja ke luar negeri adalah wanita (TKIW). Besarnya angkaTKIW tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran mereka sebagai penghasil devisa bagi Indonesia. Dorongan ekonomi, menjadi motivasi untuk bekerja dan pergi jauh dari keluarganya. Didukung oleh keluarga luasnya untuk membantu tugas-tugas yang biasa dilakukan di rumah, para TKIW mengambil alih tanggung jawab "kepala rumah tangga" untuk memenuhi nafkah keluarganya. Banyak pihak menangguk keuntungan (selain devisa untuk negara) dari keberangkatannya ke luar negeri, tetapi apa yang ia dapatkan? Selain untuk pengalaman diri sendiri dan uang untuk keluarganya, tidak sedikit TKIW yang mendapatkan perlakuan kasar dan menyakitkan (fisik dan psikis), yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksinya sebagai wanita. Sedangkan usia yang dianggap ideal untuk menjadi TKIW adalah bertepatan dengan usia subur reproduksinya. Persoalannya bagi TKIW dalam hal ini adalah, menghadapi lingkungan kerja yang mengandung potensi dapat mengancam kesehatan reproduksi mereka. Telah memadaikah pengetahuan mereka mengenai kesehatan wanita serta faktor-faktor yang mempengaruhinya untuk menghadapi ancaman-ancaman tersebut?

HAK ASASI MANUSIA KAUM PEREMPUAN, Margaret A. Schuler

Judul/Title: HAK ASASI MANUSIA KAUM PEREMPUAN: LANGKAH DEMI LANGKAH
Penulis/Author: Margaret A. Schuler [Ed.]
Penerbit/Publisher: Pustaka Sinar Harapan
Edisi/Edition: 2001
Halaman/Pages: 253
Dimensi/Dimension: 18 x 25 x 1.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 341/Sch/h/C.1

***
Buku Panduan ini adalah mengenai hak asasi manusia kaum perempuan dalam praktek. Panduan ini menggambarkan, dalam bahasa sederhana dan praktis, konsep dan isi hukum hak asasi manusia dan penggunaannya untuk kaum perempuan dan masalah hak-hak yang menyangkut kepentingan mereka.

Hak Asasi Manusia Kaum Perempuan, Langkah-demi-langkah adalah suatu sarana pendidilkan yang dirancang untuk:
  • Membantu para pendamping untuk menilai relevansi dan arti penting hukum dan mekanisme hak asasi manusia dalam kemajuan dan pembelaan hak-hak perempuan;
  • Memberikan informasi tentang bagaimana menggunakan sistem hak asasi manusia di tingkat nasional, regional dan internasional;
  • Menjelaskan secara terinci arti penting dan metoda untuk mendokumentasikan dan melaporkan pelanggaran hak asasi manusia kaum perempuan;
  • Membuat kerangka strategi-strategi advokasi terpenting yang dapat digunakan untuk memajukan hak asasi manusia kaum perempuan; dan
  • Memperlihatkan bagaimana para pendamping hak asasi manusia kaum perempuan telah menggunakan sistem hak asasi manusia untuk memberlakukan hak-hak mereka.

PENDIDIKAN POLITIK PEREMPUAN PEDESAAN, Himawan S. Pambudi, Yam'ah Tsalatsa A, Santi Hesti Wijaya

Judul/Title: PENDIDIKAN POLITIK PEREMPUAN PEDESAAN: PANDUAN FASILITATOR
Penulis/Author: Himawan S. Pambudi, Yam'ah Tsalatsa A, Santi Hesti Wijaya
Penerbit/Publisher: Kp4 LAPPERA
Edisi/Edition: 2003
Halaman/Pages: 195
Dimensi/Dimension: 18.5 x 20 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 361.8/Pam/p/C.1

***

Problem ketimpangan dan kekerasan yang dialami perempuan selama ini tidak semata-mata berakar pada struktur kebudayaan patriarkhi, melainkan juga memiliki akar kuat dalam struktur politik yang secara nyata melahirkan berbagai kekerasan struktural terhadap perempuan. Dalam berbagai persoalan sosial, seperti konflik dan kerusuhan sosial, perempuan menjadi kelompok yang paling menderita dan bahkan seringkali tubuh perempuan dijadikan alat teror bagi kelompok-kelompok yang bertikai. Kekerasan kemudian menjadi bukan sekedar persoalan yang terkait dengan hubungan-hubungan sosial an sich, tetapi secara lebih kritis bisa dipahami karena tidak adanya kebijakan poilitik yang mampu memberikan perlindungan dan menghapuskan segala tindak kekerasan terhadap perempuan.

STRATEGI PENGARUSUTAMAAN GENDER: ILO JakartaSTRATEGI PENGARUSUTAMAAN GENDER: ILO Jakarta

Judul/Title: STRATEGI PENGARUSUTAMAAN GENDER Penulis/Author:-
Penerbit/Publisher: ILO/Kantor Perburuhan Internasional
Edisi/Edition: 2003
Halaman/Pages: 55
Dimensi/Dimension: 22 x 29.5 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 331/Ilo/s

***
Studi ini dibuat untuk membantu memperkenalkan strategi pengarusutamaan gender di Indonesia. Kantor ILO dapat memainkan peranan penting dalam membantu mitra sosialnya dan pihak-pihak lain untuk memadukan strategi ini ke dalam kegiatan dan rencana kerja mereka. Kami harus memastikan bahwa isu gender dan promosi kesamaan gender harus dipertimbangkan dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan proyek dan kegiatan ILO di Indonesia.

Dokumen Strategi Pengarusutamaan Gender ini merupakan hasil usaha dan masukan dari banyak pihak mulai dari pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja, lembaga-lembaga non-pemerintah, badan-badan donor dan tim pelaksana proyek.Judul/Title: STRATEGI PENGARUSUTAMAAN GENDER Penulis/Author:-
Penerbit/Publisher: ILO/Kantor Perburuhan Internasional
Edisi/Edition: 2003
Halaman/Pages: 55
Dimensi/Dimension: 22 x 29.5 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 331/Ilo/s

***
Studi ini dibuat untuk membantu memperkenalkan strategi pengarusutamaan gender di Indonesia. Kantor ILO dapat memainkan peranan penting dalam membantu mitra sosialnya dan pihak-pihak lain untuk memadukan strategi ini ke dalam kegiatan dan rencana kerja mereka. Kami harus memastikan bahwa isu gender dan promosi kesamaan gender harus dipertimbangkan dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan proyek dan kegiatan ILO di Indonesia.

Dokumen Strategi Pengarusutamaan Gender ini merupakan hasil usaha dan masukan dari banyak pihak mulai dari pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja, lembaga-lembaga non-pemerintah, badan-badan donor dan tim pelaksana proyek.

GENDER BUDGET TRAIL, Debbie Budlender, et. al.

Judul/Title: GENDER BUDGET TRAIL
Penulis/Author: Debbie Budlender, et.al.
Penerbit/Publisher: The Asia Foundation
Edisi/Edition: 2001
Halaman/Pages: 173
Dimensi/Dimension: 15.5 x 24 x 3cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 336/b/C.1

***
This book is the result of research undertaken by The Asia Foundation and partner organizations in the Philippines. Gender is a core theme of the work of the Foundation, and it admires the achievements of the women's movement in the Philippines.

The central question of this book is. "How do local government budget address the concerns of women and men, girls and boys?" These budgets are made in the context of past efforts to address gender concerns and of political contests, both electoral and for women's rights. The book writers undertake considerable analysis of these contextual factors as they examine budgets.

The Asia Foundation's experience shows that developmental reform can come from an alliance of citizens groups, government officials, and researchers bringing their insight to bear on issues of concern. In this light, this book is intended as a resource for advocacy a resource that can be utilized by different people.

All those concerned with more effectively addressing the concerns of women and men, boys and girls, can learn from the three case studies in the book. Reform-minded individuals in general can learn from the overall review of the GAO budget policy experience. The review illustrates how tracking policy development, change, interaction, and implementation can be a daunting task. Those willing to engage government to produce better governance, including more responsive budgets, need access to resources and skills if they are to understand enough detail that their activities will have a nuanced impact.
Judul/Title: GENDER BUDGET TRAIL
Penulis/Author: Debbie Budlender, et.al.
Penerbit/Publisher: The Asia Foundation
Edisi/Edition: 2001
Halaman/Pages: 173
Dimensi/Dimension: 15.5 x 24 x 3cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 336/b/C.1

***
This book is the result of research undertaken by The Asia Foundation and partner organizations in the Philippines. Gender is a core theme of the work of the Foundation, and it admires the achievements of the women's movement in the Philippines.

The central question of this book is. "How do local government budget address the concerns of women and men, girls and boys?" These budgets are made in the context of past efforts to address gender concerns and of political contests, both electoral and for women's rights. The book writers undertake considerable analysis of these contextual factors as they examine budgets.

The Asia Foundation's experience shows that developmental reform can come from an alliance of citizens groups, government officials, and researchers bringing their insight to bear on issues of concern. In this light, this book is intended as a resource for advocacy a resource that can be utilized by different people.

All those concerned with more effectively addressing the concerns of women and men, boys and girls, can learn from the three case studies in the book. Reform-minded individuals in general can learn from the overall review of the GAO budget policy experience. The review illustrates how tracking policy development, change, interaction, and implementation can be a daunting task. Those willing to engage government to produce better governance, including more responsive budgets, need access to resources and skills if they are to understand enough detail that their activities will have a nuanced impact.

LOCAL ACTION GLOBAL CHANGE, Julie Mertus

Judul/Title: LOCAL ACTION GLOBAL CHANGE: LEARNING ABOUT THE HUMAN RIGHTS OF WOMEN AND GIRLS
Penulis/Author: Julie Mertus
Penerbit/Publisher: UNIFEM And The Center For Women's Global Leadership
Edisi/Edition: 1999
Halaman/Pages: 254
Dimensi/Dimension: 22 x 28 x 2cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 341/Mer/l/C.1

***
"Women rights are human rights" has become an important rallying cry for women around the world in the 1990's. It expresses both women's determination to claim our full birthright as one half of humanity and our exasperation that such an obvious assertion has taken so long to gain international acceptance. As the recognition of women's and girl's human rights has grown over the past decade, so too has the need for more works that explore and expound upon their meaning.

Local Action Global Change speaks to this need through human right educational materials that explain and gives examples of issues in women's human rights, while also providing exercises that allow for exploration of the particular ways in which these question affect the lives of any group of women or men, girls or boys.

The idea that women's right are human rights is at once both simplex and complex. Its power lies in the fact that is simultaneously ordinary and revolutionary. On the one hand, it makes common sense to declare that as human beings, women and girls have human rights. On the other hand, its a radical reclamation of our humanity and right to equality which has transformative potential. The full incorporation of women's and girls' live into human rights practice exposes the failures of countries worldwide to accord females the human dignity and respect they deserve simply as human beings. A human rights framework also provides tools to define, analyze, and articulate women's experiences of violation and to demand redress in ways already recognized by the international community. Finally, it provides a common framework for bringing together women's diverse experiences and developing a wide array of strategies for change.

THE SOUNDS OF SILENCE, DR. Achal Bhagat

Judul/Title: THE SOUNDS OF SILENCE
Penulis/Author: DR. Achal Bhagat
Penerbit/Publisher: SAARTHAK
Edisi/Edition: I, 2002
Halaman/Pages: 38
Dimensi/Dimension: 13.5 x 21.5 x 0.5 cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Call No.: 363.35/Bha/s

***

Trafficking in Women and Children is one of the worst, and more brazen, abuses of human rights. It is a matter of shame that even after half a century since the adoption of the Declaration of Human Rights by the global community, trafficking continues to thrive. One of the most visible and widespread is the trafficking of women and children for commercial sexual exploitation. The issue of the sexual exploitation of women and children is not new, as it goes back into the history, cultures and traditions of many societies. What is new, is the unscrupulous and massive scale of the problem, exacerbated by globalization, modern technology and its links to a lucrative tourist and sex industry. Trafficking is increasing dramatically in the Asia region, but the phenomenon spans the globe. While the fact of its existence is known to most of us, the enormity of the problem, its underpinnings and its ramifications are often blurred.

SEX IN THE SOVIET UNION, Mikhail Stern and August Stern

Judul/Title: SEX IN THE SOVIET UNION
Penulis/Author: Mikhail Stern and August Stern
Penerbit/Publisher: W.H. Allen & Co
Edisi/Edition: 1981
Halaman/Pages: 221
Dimensi/Dimension: 14 x 22 x 2cm
Sampul/Cover: Hardcover
Bahasa/Language: English
Call No.: 306.7/Ste/s/C.1


***
Sexuality in the Soviet Union -- this is the subject of my book.


How we make love, how and why we marry, how we commit rape, how we lie, how we search after the truth, how we perceive the sexual realities of the West...

Sexuality in the land of the Soviets, whether normal or pathological, whether that of free man or that of prisoners, whether that of ordinary people or that of the privileged...

Marriage, divorce, the first sexual emotions of the young when they encounter the opposite sex... Women's liberation -- does exist in the USSR? and homosexuality?

And those relaxing weekends in the country enjoyed by the top people in the regime, far from prying eyes...

PHOTOGRAPHY & FUNDRAISING EXHIBITION

Judul/Title: PHOTOGRAPHY & FUNDRAISING EXHIBITION
Penulis/Author: UNIFEM
Penerbit/Publisher: UNIFEM
Edisi/Edition: 2007
Halaman/Pages: 92
Dimensi/Dimension: 22.5 x 23 x 1.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Harga Jual/Sale Price: Rp. 25.000,-
Call No.: 770/Uni/p/C.2

***
Suatu ketika, jurnalis Jacob Riis dan Fotografer Lewis Hine berkolaborasi menggunakan medium fotografi untuk mengungkapkan kondisi buruh bocah di New York 1905-1910. Eksploitasi buruh dibawah umur yang terekam dalam lensa Hine kemudian menyatu dengan temuan-temuan yang ditulis Riis dengan tajam. Kerja bareng mereka menghebohkan AS, sehingga pemerintah Paman Sam akhirnya merevisi UU perburuhan mereka.


Pameran Foto yang diprakarsai UNIFEM ini, mencoba menjejak semangat etos kerja perempuan dalam imaji para fotografer, yang mengemukakan pendekatan fotografi untuk menyentuh persoalan hakiki dalam ketidakadilan para buruh migran kita.

Fotografi yang mengantarkan pada kita atmosfir kehidupan, adalah juga suatu medium ekspresi yang subyektif. Karenanya setiap butir keringat yang menetas dari tubuh mereka adalah tangis negeri yang hanya terpana, melihat bagaimana mereka bekerja demi harkat dan derajat mereka sebagai manusia dan warga negara Ibu Pertiwi.

Buku ini berisi foto-foto full color dari fotografer berikut: A. Lucky DJ, Ahmad Alberd, Ali Lutfi, Amy Ramdhaeny, Antariksa, Arbain Rambey, Bambang Tri Atmojo, Chitra Frahamdiyani, Desi Wulandari, Diah K.W., Dono R. Sardadi, Edial Rusli, Gembong Riyadi Nurrasa, Gito Nirboyo, Layung Buworo, Malahayati, Muradi, Nico R. Haryono, Ng Swan Ti, Ratna Juwita, Ray Bachtiar, Ricky Adrian, Riza Marlon, Rony Bagus Kuncoro, Siti Amiah Nurpriani, Sihol Sitanggang, Sumaryanto Bronto, Wawan H. Prabowo, Yuniadhi Agung.

***
For Sale:
Photography Tshirt
Made in Thailand
Rp. 65.000,-

TENAGA KERJA WANITA INDONESIA, Woro Dyah Edining Palupi & Kamariah Tambunan

Judul/Title: TENAGA KERJA WANITA INDONESIA: SARI KARANGAN
Penulis/Author: Woro Dyah Edining Palupi dan Kamariah Tambunan
Penerbit/Publisher: Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI
Edisi/Edition: 1989
Halaman/Pages: 71
Dimensi/Dimension: 15.5 x 23 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 016/Pal/t

***
Wanita sangat berperan dalam mengisi pembangunan. Keadaan ini dapat terlihat pada tenaga kerja wanita yang jumlahnya terus meningkat dari 14,1 juta pada tahun 1985 menjado 35 juta dan 61 uta pada tahun 1980 sampau 1985.


Ditinjau dari tempat atau daerah, maika angka pertumbuhan rata-rata setiap tahun tenaga kerja wanita di daerah kota lebih tinggi serta cenderung meningkat dari 5.59 % enjadi 6,05 %. Di daerah pedesaan terjadi sebaliknyadari 2,07% (periode 1971-1980) menjadi 1,73% selama periode 1980-1985 (sensus penduduk 1971), 1980 dan SUPAS (1985).


***

For Sale:
"2 Women in a Bottle"
8 x 15 cm
Made in the Philippines
Rp. 100.000,-

TUBUH-ALAT DALAM KEBUNGKAMAN RUANG PRIVAT, Savitri Wisnu Wardhani dkk.

Judul/Title: TUBUH - ALAT DALAM KEBUNGKAMAN RUANG PRIVAT: PROBLEM PEKERJA RUMAH TANGGA (PRT) INDONESIA DI SINGAPURA
Penulis/Author: Savitri Wisnu Wardhani dkk.
Penerbit/Publisher: FOKER
Edisi/Edition: 2005
Halaman/Pages: 205
Dimensi/Dimension: 15 x 21 x 1.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Call No.: 331/War/t

***
Sebagai salah satu negara tujuan migrasi, Singapura lebih dikenal sebagai tempat bekerja yang relatif aman bila dibandingkan dengan Malaysia dan Timur Tengah. Image semacam ini membuat masalah yang dihadapi Pekerja Rumahtangga (PRT) Indonesia yang bekerja di Singapura tak banyak dikenal publik. Padahal di balik image Singapura sebagai negeri yang serba teratur, disiplin, aman dan sejahtera itu tersembunyi ratusan kematian PRT Indonesia dan beragam bentuk praktek kerja paksa yang selama ini tak banyak dipersoalkan.

Sejak Januari 1999 sampai Januari 2004, 114 PRT Indonesia ditemukan tewas mengenaskan akibat bunuh diri, kecelakaan kerja dan sebab lain. Kematian itu terus berlangsung hingga sekarang. Mengapa mereka mengambil jalan bunuh diri? Mengapa kecelakaan kerja berulangkali terjadi di sebuah negeri macam Singapura? Studi yang mengangkat problem PRT Indonesia di Singapura ini memberikan jawabannya.